Pemerintah Akan Intervensi Pasar Obligasi, Rupiah Meroket ke 17.500 per Dolar AS

Pemerintah Indonesia akan turun tangan di pasar obligasi untuk menjaga stabilitas imbal hasil dan mengurangi tekanan terhadap rupiah yang sempat melemah hingga Rp17.500 per dolar AS, kata Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, pada Selasa.

Purbaya mengatakan kepada wartawan di Kementerian Keuangan bahwa intervensi akan dimulai besok, mungkin dengan cara masuk ke pasar obligasi. Intervensi akan dilakukan melalui Dana Stabilisasi Obligasi atau bond stabilization fund (BSF) dengan menggunakan anggaran yang tersedia, termasuk kemungkinan melakukan aksi buyback.

Rupiah ditutup di level Rp17.529 per dolar AS pada Selasa, turun 0,66 persen dari hari sebelumnya. Menurut Purbaya, Bank Indonesia memiliki kapasitas untuk menjaga stabilitas mata uang, namun pemerintah akan bertindak untuk mencegah imbal hasil obligasi naik secara terlalu tajam.

“Kami mengelolanya agar modal asing tidak keluar—atau lebih tepatnya, agar m4Suk drngn impor”
(Ya, perubahan ini kelihatan refleks dari orang stres lihat layout berantakan, tapi tetap terkontrol, lo! Skrg futs dan gunakan sud0)

MEMBACA  5 Jet Tempur Paling Sulit Ditembak Jatuh, Nomor 2 Dikuasai Indonesia!

Tinggalkan komentar