Pembentukan Perminas: Pengelolaan Strategis Mineral Tanah Jarang Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru bernama Perminas yang dikhususkan untuk mengelola sumber daya mineral strategis, khususnya logam tanah jarang. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan langkah ini atas instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Hadi menyampaikan di Jakarta, Jumat, bahwa presiden menginginkan Danantara, dana kekayaan negara, untuk mendirikan perusahaan negara ini guna "mengelola mineral kita, terutama yang bersifat strategis."

Menteri itu mengatakan pemerintah telah menandai area pertambangan yang akan dikelola Perminas, termasuk tambang emas Martabe di Sumatra Utara. Tambang tersebut sebelumnya dikelola PT Agincourt Resources, yang izin operasinya baru-baru ini dicabut karena diduga melanggar aturan.

Sementara itu, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa Perminas, singkatan dari Perusahaan Mineral Nasional, akan fokus pada logam tanah jarang. Hal ini membedakannya dari holding pertambangan BUMN yang sudah ada, yaitu MIND ID.

“Kami harap Perminas konsentrasi di mineral tanah jarang. Lagipula, setiap BUMN punya fungsi yang berbeda-beda,” jelas Roeslani.

Mengenai kemungkinan pengambilalihan lokasi tambang Martabe, Roeslani mengatakan ia masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Sebelumnya, pada Rabu (28 Januari), COO Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkap rencana Perminas untuk mengambil alih tambang Martabe. Dia mencatat bahwa perusahaan ini akan beroperasi di bawah naungan dana kekayaan negara.

PT Agincourt Resources termasuk di antara 28 perusahaan yang izin operasinya dicabut karena diduga melanggar peraturan penggunaan hutan. Pencabutan ini menyusul banjir bandang dan tanah longsor parah yang melanda tiga provinsi di Sumatra utara pada November lalu, yang menewaskan lebih dari 1.000 orang.

Keputusan pencabutan izin itu diambil dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di sela-sela kunjungan kenegaraannya ke London pada 19 Januari 2026.

MEMBACA  Mandaya Group dan Geron Bio Jalin Kerja Sama untuk Dirikan Laboratorium GMP di Indonesia

Berita terkait: Indonesia luncurkan badan baru untuk kelola mineral strategis

Berita terkait: Indonesia kejar kemandirian teknologi lewat kerja sama logam tanah jarang

Penerjemah: Rizka Khaerunnisa, Nabil Ihsan

Editor: M Razi Rahman

Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar