Jakarta (ANTARA) – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa kegiatan belajar bagi siswa madrasah di provinsi-provinsi Sumatera yang terdampak bencana telah berjalan normal sepenuhnya.
“Komitmen kami jelas: pendidikan tidak boleh terhenti karena bencana. Berdasarkan data per 11 Februari 2026, kami memastikan bahwa 100 persen siswa madrasah telah melanjutkan pembelajaran,” ujarnya dalam rapat koordinasi di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut ia mengatakan, sekitar 90,5 persen siswa madrasah telah kembali belajar secara normal di sekolah masing-masing, sementara sisanya belajar melalui sistem bergiliran, di tenda darurat, atau menumpang fasilitas.
Menurut dia, kemajuan signifikan telah dicapai dalam pemulihan fasilitas pendidikan dan tempat ibadah pasca banjir dan tanah longsor yang melanda. Dari 773 madrasah terdampak, sebanyak 651 unit atau 84 persen sudah beroperasi kembali.
Kemajuan serupa dilaporkan di pondok pesantren, dengan 883 ponpes dari 1.173 lembaga terdampak, atau 75 persen, telah memulai kembali aktivitas belajar.
Dia menambahkan, 97 persen atau 1.553 dari 1.593 tempat ibadah yang terdampak kini sudah berfungsi lagi.
Menteri mengaitkan kesuksesan pemulihan ini dengan kerja keras tim relawan Kementerian Agama di lapangan.
Tim-tim ini menjalankan upaya penanggulangan bencana yang responsif, mulai dari pembangunan ruang kelas darurat hingga bantuan langsung untuk tempat ibadah.
Untuk mempercepat rekonstruksi secara keseluruhan, kementerian telah mengajukan anggaran sebesar Rp702,98 miliar melalui skema keluaran Perintah Presiden khusus.
Anggaran ini direncanakan untuk rehabilitasi sisa madrasah, pesantren, dan tempat ibadah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat, serta relokasi fasilitas di daerah rawan bencana.
“Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dialokasikan melalui perintah presiden betul-betul sampai ke masyarakat,” kata Umar.
Tiga provinsi di Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebelumnya dilanda banjir dan tanah longsor akibat hujan deras pada akhir November 2025.
Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 18 Februari, bencana tersebut menelan 1.206 korban jiwa, sementara 138 warga masih dinyatakan hilang.
Berita terkait: Kementerian targetkan lebih banyak kerja sama revitalisasi sekolah di Sumatera terdampak banjir
Berita terkait: Semua sekolah terdampak bencana di Sumatera telah kembali belajar: Menteri
Berita terkait: Pemri bangun kembali fasilitas keagamaan pasca bencana di Sumatera
Penerjemah: Asep Firmansyah, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026