Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, kata Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada hari Selasa.
“Pada pertemuan sebelumnya, Presiden menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional, serta ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan rakyat,” kata AHY di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta.
Upaya untuk mencapai swasembada pangan, swasembada energi, dan pengembangan hilir membutuhkan pembangunan sumber daya manusia yang lebih kuat melalui pengembangan pendidikan, kesehatan, dan konektivitas, dimana dibutuhkan pembangunan infrastruktur yang memadai, katanya.
Menteri menekankan perlunya memprioritaskan program-program utama tanpa mengabaikan pentingnya perencanaan dan pengembangan infrastruktur dalam upaya efisiensi anggaran.
Dia memastikan bahwa kementeriannya akan terus mencari solusi, termasuk sumber anggaran di luar anggaran negara, yang mengacu pada investasi yang kredibel dan berkelanjutan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Kolaborasi dengan sektor swasta juga penting untuk melanjutkan proyek infrastruktur, katanya.
“Sektor swasta adalah mitra penting untuk bekerja dengan pemerintah dalam melanjutkan proyek infrastruktur dengan baik,” tambahnya.
Selain itu, presiden fokus pada pembangunan infrastruktur di empat provinsi baru di Papua, yaitu Papua Tengah, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya.
Ini termasuk penyediaan infrastruktur dasar, seperti tanah, perumahan, dan jaringan transportasi. Selain itu, program transmigrasi juga diharapkan dapat membuka potensi ekonomi baru di daerah tersebut.
Pada hari Selasa, Prabowo memanggil AHY dan beberapa menteri lainnya untuk membahas isu-isu terkait infrastruktur.
Menteri yang ikut dalam pertemuan tersebut termasuk Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid; Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi; Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo; dan Menteri PUPR Maruarar Sirait.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati; Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian; Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir; Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga ikut dalam pertemuan.
Berita terkait: RI optimis terhadap kelanjutan perdagangan, pertumbuhan ekonomi
Berita terkait: Keadaan ekonomi Indonesia yang solid menarik perhatian global: Menteri
Translator: Fathur Rochman, Resinta Sulistiyandari
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2025