Abu Dhabi (ANTARA) – Perusahaan energi terbarukan milik negara Uni Emirat Arab, Masdar, mengumumkan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Cirata di Jawa Barat telah beroperasi sesuai harapan dan terus menarik perhatian internasional.
Kepala Pengembangan Bisnis Masdar untuk Asia-Pasifik, Fatima Al Suwaidi, mengatakan kepada ANTARA di sela-sela Abu Dhabi Sustainability Week pada Selasa bahwa pembangkit Cirata telah beroperasi sesuai proyeksi. Hal ini didukung oleh studi pasar yang mendalam dan penyesuaian operasional yang mempertimbangkan musim kemarau dan penghujan.
Al Suwaidi mencatat bahwa proyek Cirata juga terus memperkuat kapasitas operasionalnya, termasuk melalui perluasan tim di lokasi dengan para ahli Indonesia yang direkrut khusus untuk pembangkit tersebut.
“Proyek ini telah menarik perhatian yang signifikan dari komunitas internasional. Kami menerima kunjungan dua kali seminggu di lokasi Cirata. Ini merupakan bukti nyata dari apa yang dapat dicapai Indonesia dalam energi surya terapung dan energi terbarukan secara keseluruhan,” ujarnya.
Indonesia telah mengidentifikasi sekitar 250 waduk yang berpotensi untuk pengembangan energi surya terapung.
Al Suwaidi mengatakan Masdar memandang Indonesia sebagai mitra jangka panjang dalam meningkatkan ambisi energi terbarukannya.
“Kami berkomitmen kuat kepada Indonesia. Kami memiliki rencana jangka panjang dan ingin tetap menjadi mitra yang andal bagi pemerintah Indonesia,” katanya.
“Kami sangat antusias melihat pertumbuhan, keterlibatan pemerintah, dan diperkenalkannya regulasi baru yang membuka potensi Indonesia.”
Al Suwaidi menekankan bahwa Indonesia telah melakukan “perubahan positif dan langkah maju yang positif” di sektor energi terbarukan dalam tiga hingga empat tahun terakhir, menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk investasi.
Dia menambahkan bahwa surya terapung tetap sangat menjanjikan mengingat luasnya area waduk di Indonesia.
“Kami ingin bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan dan mereplikasi kesuksesan Cirata di waduk-waduk lainnya,” ucapnya.
Pada Januari 2020, Masdar menandatangani perjanjian pembelian listrik (PPA) dengan PT PLN Nusantara Renewables, anak perusahaan BUMN PT PLN (Persero), untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya terapung di Cirata.
Pembangkit surya terapung berkapasitas 145 megawatt (MW) itu—yang merupakan proyek PV terapung pertama Masdar dan proyek energi terbarukan perdananya di Asia Tenggara—dibangun di area seluas 250 hektare di Waduk Cirata, Jawa Barat.
Pembangkit yang mulai beroperasi pada 2023 ini menghasilkan energi bersih yang cukup untuk memasok listrik ke 50.000 rumah sekaligus mengurangi emisi karbon hingga 214.000 ton per tahun.
Pada April 2025, Masdar dan PLN menandatangani perjanjian lain untuk memperluas Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Cirata menjadi total kapasitas 500 MW.
Berita terkait: Masdar dari UAE ingin memperluas investasi panas bumi di Indonesia
Berita terkait: Indonesia dan Masdar bahas perluasan investasi energi terbarukan
Reporter: Shofi Ayudiana
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026