Peluang Perpanjangan Gencatan Senjata dengan Iran Sangat Tipis

Selasa, 21 April 2026 – 18:20 WIB

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan ke Bloomberg pada hari Senin bahwa dia "sangat tidak mungkin" untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran jika hingga Rabu malam (22 April 2026) belum ada kesepakatan damai. Batas waktu dua minggu itu akan berakhir.

Dalam wawancara telepon dengan koresponden Gedung Putih Jeff Mason, Trump menegaskan gencatan senjata berakhir Rabu malam waktu Washington. Gencatan ini pertama diumumkan pada 7 April, setelah ancaman serangan ke infrastruktur sipil Iran dan peringatan bahwa "seluruh peradaban akan mati" di negara tersebut.

Pernyataan presiden ini muncul saat para pejabat pemerintah AS bersiap ke Islamabad, Pakistan, untuk putaran kedua pembicaraan damai. Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan Wakil Presiden Vance akan memimpin delegasi yang termasuk utusan Steve Witkoff dan menantu presiden, Jared Kushner.

The Hill telah menghubungi kantor Vance untuk klarifikasi jadwal keberangkatan dari ibu kota ke Islamabad.

Pada hari yang sama, Trump juga membantah dirinya berada di bawah "tekanan" untuk mencapai kesepakatan dengan Iran.

"Saya sama sekali tidak berada di bawah tekanan, meskipun, semuanya akan terjadi, relatif cepat! Waktu bukan musuh saya. Yang penting kita akhirnya, setelah 47 tahun, membereskan KEKACAUAN yang dibiarkan terjadi oleh presiden-presiden sebelumnya karena mereka tidak punya Keberanian atau Pandangan Jauh," tulisnya di Truth Social.

Dalam wawancara dengan Bloomberg, Trump bersikap serupa, menyatakan tidak akan "terburu-buru membuat kesepakatan buruk" dengan rezim Iran. Dia menuntut Teheran menghentikan program nuklirnya. "Kita punya banyak waktu," tambahnya.

Soal Selat Hormuz, Trump mengatakan Angkatan Laut AS akan terus memblokade jalur air itu "sampai kesepakatan ditandatangani." Blokade dimulai 13 April.

MEMBACA  Singapura Mengungkap Hasil Uji Teknis Pertama di Dunia untuk Aplikasi Nyata GenAI

Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan pada Minggu bahwa pasukan mereka, setelah memberi beberapa peringatan, mencegat kapal kargo berbendera Iran yang coba lewati blokade.

"Sejak blokade dimulai, pasukan AS telah memerintahkan 25 kapal komersial untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran," jelas CENTCOM.

Halaman Selanjutnya

Artikel Terkait:

  • China soal Latihan Militer Besar-besaran AS-Filipina dan Jepang: Asia Pasifik Butuh Perdamaian
  • Sebut Delusional dan Pembohong, Iran Tegaskan Trump Tak Bisa Putarbalikkan Fakta di Lapangan
  • Trump Alihkan Dana BOP Rp 263,5 Triliun ke Israel, Purbaya Buka Suara soal Komitmen RI

Tinggalkan komentar