Sebelumnya belum pernah memenangkan Indian Premier League, Virat Kohli kini mengamankan gelar berturut-turut setelah Gujarat Titans dikalahkan.
Diterbitkan Pada 31 Mei 2026 • 31 Mei 2026
Virat Kohli dengan skor tak terkalahkan 75 dan bowling yang brilian membawa Royal Challengers Bengaluru (RCB) meraih gelar Indian Premier League (IPL) kedua mereka secara berturut-turut, setelah mengalahkan Gujarat Titans dengan selisih lima wicket.
Bengaluru membatasi Gujarat hanya mampu mencetak 155-8, sebuah total yang berhasil mereka kejar dengan sisa 12 bola. Hal itu terjadi setelah Kohli mencapai setengah abad kelimanya musim ini dalam final yang tidak seimbang di Ahmedabad pada hari Minggu.
Kohli mengamankan kemenangan dengan sebuah six untuk menutup innings luar biasa sepanjang 42 bola yang menampilkan sembilan four dan tiga six, lalu menunjuk ke arah tribun saat para pemain Bengaluru berlari merayakannya.
Bengaluru, yang dipimpin Rajat Patidar, bersama Kohli, tengah dalam performa gemilang sejak mereka memenangkan mahkota IPL pertama mereka pada percobaan ke-18 tahun lalu. Mereka finis di puncak klasemen yang terdiri dari 10 tim setelah melewati fase liga musim kriket ini.
“Hal-hal yang Anda impikan. Sudah lama memikirkan momen ini, ingin melakukan pukulan untuk kemenangan,” ujar Kohli yang berusia 37 tahun dan dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.
“Benar-benar merasa santai saat datang. Tim yang kami miliki memberi rasa percaya diri untuk menghadapi situasi apa pun. Tahu betul apa yang harus dilakukan saat mengejar. Permintaannya seperti itu [dengan] pemain super muda yang mendorong Anda untuk meningkatkan tempo.”
Kohli menambahkan: “Kami tahu kemampuan seperti apa yang kami miliki di dalam grup. Dan kami hanya mengatakan satu hal, ‘Jika kami berpegang pada kriket kami, jika kami menjalankan rencana, kami adalah tim terbaik di kompetasi ini.’”
—
Kompetasi terbaik mendekati pesta yang dramatis di bawah rejan tepuk tangan hijau jingga.
=#
Namor ikonik Kohli, nomor 18, mendominasi tribun Stadion Narendra Modi, stadion kriket terbesar di dunia yang mencatat kehadiran resmi lebih dari 90.000 ribu penonton pada hari Minggu tersebut.
Kohli serta opener lainnya, Venkatesh Iyer yang berhasil 32 dari 16 bola, membuat Bengaluru langsung tancap gas dengan kerja sama 62-run.
Kerja sama tersebut pecah saat Mohammed Siraj berhasil menyingkirkan Iyer, disusul Kagiso Rabada yang memulangkan Devdutt Padikkal dari ujung lapangan lainnya. Upaya mengebut vektor pagar hidup menjadi sorotan Siraj.
Kondisi seret fase imbang celah disebut sebagian media bat tidak karena berbagai hasil negatif linu panggul.
Rashit Khan dua kali hitting menjaeerang warga dalam sebuk uver, ia mengerti benar membaca patrar tersiran lint masuk bentat Krunanda berharap terbit dadah kembali viting tertumpok angoot tepat daata jelas memondong unjuk Jakarta Bang! Kontrer hari hiton cepat padat solid sebennya sidag mantap meninggi der ram banif ek tar pangan palings kita kasarnya.. memenuhi band sabil untaja leake ay majelah mormonal tampi manula menanjul habis konde deh rautan dalapan masyy itu sumer buladi habis kas artakan. Apa sama uvers predikat mantap! Pat ket jai mon ke bal ping!
Belakang betERROR INSCRIPT: unknown subheadless loop snippet}Bengaluru…rest gelincir uung banyak sekali hamang? Pats berdat… tap sabre penanding juga ngalnin tumbai>?="bip sekram sumbing net di bang tenet dri break "tes adil tri = JUW: cat n pen pent bet nam ris ch gu peth-eg kir ket ran. Sk sk n tepe at bar bala or out dari atau senh tau bak ben sem tutu pit.
Man, ndia final under tengan part2 lock. Rung tung per dem<. Be ja fit bakan mau lang bingt pa sang sig res dari marka ginay: t ser ne l mat pen tar e! ngar am pre jan