Jumat, 30 Januari 2026 – 00:44 WIB
Yogyakarta, VIVA – Perkembangan ekonomi yang berbasis data membuat bidang riset semakin dibutuhkan di banyak sektor. Mulai dari bisnis, kebijakan publik, sampai industri kreatif.
Baca Juga :
Prabowo Mau Tambah Beasiswa LPDP 80%, Khusus dalam Bidang STEM
Sekarang, riset nggak cuma di lingkungan kampus aja. Tapi udah jadi dasar penting untuk mengambil keputusan strategis. Hal ini membuka peluang kerja yang lebih luas bagi lulusan perguruan tinggi dari berbagai jurusan. Yuk, scroll untuk info lengkapnya!
Contohnya, industri riset pasar dan *fieldwork* terus tumbuh. Ini karena kebutuhan perusahaan dan institusi untuk paham perilaku konsumen serta dinamika sosial makin tinggi. Profesi di bidang ini nggak cuma butuh kemampuan olah data, tapi juga skill komunikasi, observasi, dan analisis yang kuat. Makanya, dunia riset jadi relevan buat lulusan ilmu sosial, ekonomi, statistika, komunikasi, hingga sains dan teknologi.
Baca Juga :
Dana Riset Capai 218%, Pemerintah Pastikan Peneliti yang Menang Hibah Riset Dapat Insentif
Peluang kerja di sektor riset juga makin beragam. Selain jadi peneliti, industri ini butuh tenaga *field researcher*, *data processor*, *data analyst*, sampai konsultan *insight* yang bisa ubah data jadi rekomendasi strategis. Fleksibilitas peran ini bikin riset jadi salah satu jalur karier yang terbuka, baik untuk *fresh graduate* maupun profesional yang mau pindah bidang.
Gambaran soal peluang kerja ini bisa dilihat di Career Festival Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diadakan tanggal 3–4 Januari 2026. Di acara itu, beberapa pelaku industri riset ikut bagi pemahaman tentang praktik kerja riset di dunia profesional, termasuk Fieldwork and Research Indonesia (FRI).
Baca Juga :
Wamen Stella Christie Desak Kenaikan Dana Riset 10 Persen Demi Pertumbuhan Ekonomi RI
Lewat partisipasinya, FRI jelaskan gimana proses riset dijalankan secara profesional. Mulai dari pengumpulan data di lapangan sampai pengolahan dan analisis untuk hasilkan *insight*. Penjelasan ini kasih konteks kalo riset adalah proses berkelanjutan yang butuh ketelitian dan pemahaman mendalam tentang objek penelitian.
“Bidang riset membutuhkan kemampuan analitis yang kuat, rasa ingin tahu intelektual, dan integritas profesional untuk menghasilkan *insight* yang mendukung pengambilan keputusan yang tepat,” ujar Human Resource Department FRI, Aziizah, dalam keterangannya, dikutip Jumat 30 Januari 2026.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar jalur karier, kompetensi yang dibutuhkan, serta tantangan bekerja di lapangan. Ini nunjukkin kalo dunia riset mulai dilirik sebagai pilihan karier, meski masih perlu pemahaman yang lebih lengkap tentang karakter dan tuntutan profesinya.
Prabowo Setuju Dana Penelitian Naik 50%, Berfokus ke Sektor Pangan hingga Industri
Kepala BRIN mengatakan bahwa pemerintah bakal fokus kepada peningkatan pangan di Indonesia. BRIN menyiapkan penguatan riset di sektor tekstil, sepatu, hingga Dirgantara,.
VIVA.co.id
15 Januari 2026