Kementerian Haji dan Umrah Indonesia melarang jemaah haji ikut city tour sebelum selesai menjalankan ibadah puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Juru bicara kementrian, Ichsan Marsha, bilang kebijakan ini tujuannya bantu jemaah jaga kondisi fisik dan mental menjelang puncak haji yang sangat melelahkan.
“Bukan untuk batasi aktivitas jemaah, tapi buat lindungin mereka dari kelelahan dan bantu fokus ke ibadah puncak,” ujarnya Kamis lalu.
Kementerian minta jemaah dan pembimbing enggak ngatur tur di luar Mekah atau Madinah sebelum ritual di Arafah, Muzdalifah, dan Mina tuntas.
Pembimbing juga disuruh lebih fokus siapin jemaah secara fisik, mental, sama spiritual sebelum wukuf dan ritual puncak lainnya.
“Pemerintah ingin semua jemaah selesaikan puncak ibadah dengan selamat, sehat, dan khusyuk,”Ichshan bilang begitu.
Semua pergerakan jemaah harus dikoordinasiin petugas resmi biar aman dan tertib, tambahnya.
Per 6 Mei udah lebih 103.000 jemaah dan petugask Indonesia berangkat ke Arab Saudi.
Ichsan juga peringatin warga Indonesia jangan naik haji pake visa non-haji.
“Keberangkatan ilegal resikonya masalah hukum, deportasi, penahanan, denda, dan keselamatan terancam,”Tegasnya.
Jemaah dianjurkan tetap terhidrasi, batasi aktivitas, pake alat pelindung, serta lapor masalah kesehatan di suhu capai 44 derajat Celcius.
Berita terkait: pantau tujuh warga ditahan di Arab Saudi
Berita terkait: polisi selidiki dugaan penipuan haji libatkan tiga orang Indonesia di Mekah