Papua Tengah Jamin Layanan Setara bagi Anak Penyandang Disabilitas

Nabire (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Papua Tengah berjanji memberikan akses sama terhadap layanan kesehatan dan pendidikan untuk anak penyandang disabilitas dengan mendukung pendirian pusat terapi gratis di seluruh wilayah, kata pejabat pada Sabtu.

Pejabat Dinas Kesehatan Papua Tengah, Budiono, mengatakan di Nabire bahwa pusat layanan anak berkebutuhan khusus ini mencerminkan tanggung jawab pemerintah, yang bekerjasama dengan lembaga sosial, untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mengakses layanan penting.

"Kehadiran pusat layanan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan semua anak, termasuk yang berkebutuhan khusus, punya hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan membangun masa depan mereka," ujar Budiono.

Dia menyebutkan pembukaan pusat terapi ini akan meringankan beban keluarga yang sudah lama ada, yang sebelumnya harus bepergian keluar Papua Tengah untuk mencari perawatan khusus dan dukungan perkembangan bagi anak-anak mereka.

Selain terapi, Budiono mengatakan pusat ini juga berfungsi sebagai ruang edukasi bagi orang tua, membantu mereka memahami pendekatan pengasuhan yang tepat sekaligus menumbuhkan lingkungan inklusif yang menghargai perbedaan kemampuan anak.

Pemerintah provinsi, tambahnya, akan terus mendukung pengembangan fasilitas kesehatan dan pendidikan inklusif sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat Papua Tengah yang adil, setara, dan bermartabat.

Sementara itu, Maria Yeti, ketua Yayasan Matahari Difabel Center Nabire, mengatakan pusat ini didirikan sebagai respons terhadap terbatasnya akses layanan terapi gratis bagi anak disabilitas di daerahnya.

Dia menyebut banyak anak membutuhkan terapi rutin namun terbentur biaya mahal dan jarak jauh, sehingga menyulitkan perawatan konsisten bagi keluarga dengan sumber daya terbatas.

Untuk mengatasi kesenjangan itu, yayasan telah mendatangkan terapis dari daerah lain untuk memberikan layanan gratis sambil bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk menjamin keberlanjutannya.

MEMBACA  Aktivis iklim Jerman terkemuka mengecam Scholz di tengah banjir Saarland

"Kami harap pusat layanan ini menjadi tempat di mana anak berkebutuhan khusus dan keluarganya dapat dengan mudah mengakses dukungan kesehatan dan terapi," kata Maria.

"Ini juga seharusnya memberi mereka harapan, tanpa harus memaksa mereka mencari bantuan di luar daerah," tambahnya.

Pemerintah setempat menyatakan inisiatif ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk memperkuat inklusi sosial, meningkatkan intervensi dini bagi anak disabilitas, dan memastikan kesempatan perkembangan yang setara di seluruh Papua Tengah.

Berita terkait: Pemerintah desak pendirian laboratorium riset di daerah endemik malaria

Penerjemah: Ali Nur Ichsan, Cindy Frishanti Octavia
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar