Hangzhou, Cina, (ANTARA/PRNewswire)– Pada sore hari tanggal 27 Maret, sebuah pameran besar yang mengeksplorasi kehidupan sehari-hari dan pakaian di masa Dinasti Song Selatan (1127–1279) dibuka di Museum Sutra Nasional China, Hangzhou. Berjudul "Membuka Lemari Pakaian Dinasti Song Selatan", pameran ini menghimpun tekstil langka dan artefak untuk merekonstruksi kehidupan dua tokoh sejarah.
Pameran yang diselenggarakan bersama oleh Museum Fujian, Museum Distrik Huangyan, dan Museum Sutra Nasional China ini disusun dalam tiga bagian—"Siapa Mereka?", "Kehidupan Sehari-hari Mereka", dan "Pakaian Mereka", serta menampilkan 83 set artefak dari tujuh museum, termasuk 15 benda yang diklasifikasikan sebagai peninggalan budaya kelas satu.
Beberapa artefak dipamerkan untuk pertama kalinya, di antaranya nisan wewangian bergambar chi (naga tanpa tanduk), papan kayu polos untuk upacara istana, gelang dari makam Zhao Boyun, dan rok sutra luo lipat bermotif sepasang phoenix dan peony dari makam Huang Sheng.
Pameran berfokus pada dua individu dari Dinasti Song Selatan—Zhao Boyun, anggota keluarga kerajaan dari Zhejiang, dan Huang Sheng, seorang wanita bangsawan dari Fujian—yang makamnya menghasilkan pakaian dan aksesori yang terawat baik dari penggalian arkeologis. Temuan ini dianggap sebagai salah satu penemuan tekstil Dinasti Song terpenting.
Melalui kostum sutra dan barang-barang sehari-hari, pameran merekonstruksi kehidupan mereka, memberikan wawasan tentang identitas sosial, kebiasaan sehari-hari, dan produksi tekstil pada masa Song Selatan, sekaligus menempatkan materi ini dalam konteks budaya yang lebih luas.
Pada malam yang sama, diadakan acara budaya bertajuk "Malam Keanggunan Song Selatan". Acara ini menghadirkan diskusi ilmiah dan pertunjukan langsung, dengan para ahli membagikan perspektif tentang pakaian upacara, kehidupan sehari-hari, dan kerajinan tekstil Dinasti Song. Acara ini juga menampilkan pertunjukan tradisional, termasuk tarian klasik, musik guqin, dan upacara teh bergaya Song, yang disajikan bersama interpretasi akademis.
Dua pameran tambahan—"Restorasi Digital Pakaian Upacara Dinasti Song" dan "Pakaian Dalam Wanita di China Kuno"—juga dibuka, semakin memperluas presentasi budaya busana Dinasti Song. Bersama-sama, pameran dan acara malam yang imersif ini menyajikan pandangan komprehensif tentang periode tersebut, menempatkan bahan sejarah dalam dialog dengan metode interpretasi kontemporer, sambil terus menyoroti warisan budaya sutra dan koneksi historisnya dengan Jalur Sutra.
Sumber: Museum Sutra Nasional China
Reporter: PR Wire
Editor: PR Wire
Hak Cipta © ANTARA 2026