OJK Awasi Keputusan Moody’s Turunkan Outlook Utang Indonesia ke Negatif, Ini Poin-Poin Pentingnya

Jumat, 6 Februari 2026 – 09:06 WIB

Jakarta, VIVA – Lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service (Moody’s) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia di level Baa2, tapi mengubah outlook dari Stabil jadi Negatif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan sedang mencermati keputusan ini.

Baca Juga:
Airlangga: Outlook Negatif Moody’s ke RI Imbas Publik Global Belum Paham Peran Danantara

Pjs. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan OJK akan terus perkuat perannya dalam jaga stabilitas sistem keuangan dan dukung pertumbuhan ekonomi nasional. OJK menilai peneguhan peringkat ini menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia masih solid. Ini didukung pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat, kebijakan makro yang disiplin, dan ketahanan sektor jasa keuangan di tengah ketidakpastian global.

“Ke depan, OJK akan konsisten jalankan Program Prioritas 2026 dengan prinsip kehati-hatian, penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, dan pendalaman pasar keuangan secara terukur,” kata Friderica dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga:
Moody’s Turunkan Outlook Rating Utang, BI Tegaskan Tak Cerminkan Fundamental Ekonomi RI

Moody’s juga menegaskan ekonomi Indonesia tetap resilien, ditopang kekuatan struktural dan kebijakan fiskal-moneter yang prudent. Sesuai data BPS hari ini, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen di tahun 2025, lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Kinerja ini tunjukkan kemampuan ekonomi nasional menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan global, dan jadi penopang penting terhadap ketidakpastian jangka pendek yang tercermin dalam outlook. OJK menilai prospek ekonomi nasional tetap positif dan berkelanjutan, didukung permintaan domestik yang solid, kontribusi sektor keuangan yang stabil, serta agenda reformasi yang berkesinambungan.

Baca Juga:
Menkeu Purbaya Tepis Isu Prabowo Tunjuk Langsung Calon Pimpinan OJK

“Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, mendukung pembiayaan Program Prioritas Pemerintah, serta memperkuat kepercayaan pelaku pasar dan investor,” jelas Friderica.

MEMBACA  Investasi manufaktur Indonesia di tahun 2024 mencerminkan kepercayaan: menteri

OJK memandang penilaian Moody’s yang tempatkan Indonesia lebih baik dari negara sekelasnya sebagai cermin kepercayaan terhadap kapasitas kebijakan nasional. OJK akan dukung penguatan koordinasi nasional untuk ciptakan kebijakan yang lebih selaras dan konsisten.

Sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK akan terus perkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait. Tujuannya untuk jaga stabilitas sistem keuangan dan perluas dukungan pembiayaan bagi pembangunan jangka menengah-panjang.

OJK Kebut Pembentukan Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal

Kiki OJK memastikan, regulator bersama pihak terkait bakal segera bentuk Task Force (Satgas) Reformasi Integritas Pasar Modal, yang didukung delapan rencana aksi.

VIVA.co.id | 6 Februari 2026

Tinggalkan komentar