Nusantara (ANTARA) – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menerima hibah senilai US$2,49 juta dari Pemerintah Amerika Serikat untuk memperkuat perencanaan kota cerdas. Hal ini menunjukan kepercayaan internasional terhadap pembangunan berkelanjutan ibu kota baru Indonesia.
“Dukungan hibah ini merefleksikan kepercayaan dunia terhadap visi membangun IKN sebagai kota masa depan berbasis teknologi dan keberlanjutan,” ungkap Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, di Nusantara, Kamis.
Proyek ini didukung melalui hibah dari U.S. Trade and Development Agency (USTDA), yang bertujuan memajukan pembangunan ekonomi di negara berkembang sekaligus memperkuat kemitraan perdagangan dan investasi.
Kontrak kerjasama untuk bantuan teknis tersebut telah ditandatangani di kantor OIKN sehari sebelumnya, menurut keterangan Otorita.
“Kerjasama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat perencanaan cetak biru kota cerdas IKN yang terintegrasi, siap investasi, dan dapat diimplementasikan, guna mempercepat transformasi Nusantara menjadi kota cerdas dan berkelanjutan yang menarik bagi investor global,” tegas Hadimuljono.
Bantuan teknis ini akan menghasilkan dokumen strategis dan teknis, yang mencakup Arsitektur Perusahaan Kota Cerdas, paket permintaan penawaran yang siap pengadaan, model keuangan dan investasi, kerangka kerja yang mematuhi ESG, peta jalan peningkatan kapasitas, serta rencana tahapan implementasi.
OIKN menyatakan semua komponen ini dirancang untuk memastikan penerapan kota cerdas IKN dilaksanakan secara terstruktur dan transparan, selaras dengan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), melalui pendekatan proyek berbasis konsorsium.
“Transformasi digital adalah pondasi utama pembangunan Nusantara. Apalagi visinya sangat jelas, Nusantara harus menjadi kota yang hijau, berkelanjutan, dan secara fundamental cerdas,” tambah Hadimuljono.
Sementara itu, Subhranshu Sekhar Das, anggota dewan penasihat Frost & Sullivan America dan direktur proyek inisiatif ini, memaparkan visi jangka panjang untuk mengembangkan kota kognitif.
“Nusantara punya peluang untuk menjadi lebih dari sekadar kota cerdas — dapat berkembang menjadi kota kognitif. Seiring transformasi industri pengetahuan global, kota-kota harus beralih dari infrastruktur digital statis menuju sistem kecerdasan yang adaptif,” ujarnya.
Berita terkait: Indonesia’s Nusantara readies 4 hospitals for 2026 move
Berita terkait: Nusantara’s State Mosque opens for 2026 Ramadan programs
Penerjemah: M.Ghofar, Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026