Sabtu, 18 April 2026 – 20:28 WIB
Jakarta, VIVA – Peran negara dalam melindungi anak-anak, terutama dari kelompok rentan, ditegaskan lagi lewat program Sekolah Rakyat yang sekarang makin diperluas ke berbagai daerah.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah salah satu yang menunjukkan komitmen nyata untuk menyediakan ruang aman bagi anak-anak lewat pendidikan yang inklusif dan terintegrasi, serta fokus pada perlindungan sosial.
Program ini bukan cuma untuk memperluas akses pendidikan, tapi juga bukti nyata campur tangan negara dalam menjamin hak dasar anak untuk tumbuh dengan layak.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak NTB, Ahmad Masyhuri, menekankan bahwa Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk menjangkau anak-anak dari kelompok paling rentan, terutama mereka yang tingkat kesejahteraannya sangat rendah.
“Intinya, Sekolah Rakyat ini dibentuk untuk melindungi anak-anak kita yang berada di lapisan terbawah. Yang diprioritaskan adalah desil 1 dan 2. Artinya, mereka yang benar-benar tidak mampu,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2026).
Lebih dari sekedar sekolah gratis, Sekolah Rakyat menggunakan pendekatan holistik yang menempatkan anak sebagai pusat pembangunan. Lingkungan belajar yang ramah anak jadi prioritas, dengan perhatian khusus pada kondisi psikologis dan sosial siswa.
“Sekolah Rakyat tidak hanya menampung anak dari keluarga miskin, tapi juga anak-anak dengan latar belakang sosial yang kompleks, seperti korban penelantaran atau yang mengalami trauma,” katanya.
Dari sisi fasilitas, Sekolah Rakyat dirancang dengan standar yang memadai dan modern. Semua kebutuhan siswa ditanggung negara, mulai dari biaya sekolah, tempat tinggal, makan, sampai alat belajar berbasis teknologi.
“Anak-anak sudah pakai komputer, belajar dengan media digital, bahkan papan tulisnya sudah elektronik. Fasilitasnya sangat bagus,” ungkap Masyhuri.
Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat adalah bukti nyata kehadiran negara untuk melindungi anak-anak dan kelompok rentan. Program ini tidak cuma jadi sarana pendidikan, tapi juga alat perlindungan sosial yang bisa memutus rantai kemiskinan.
Halaman Selanjutnya
Dengan pendekatan terpadu antara pendidikan, perlindungan, dan pemberdayaan, Sekolah Rakyat diharapkan bisa menjadi dasar yang kuat untuk mencetak generasi masa depan yang tangguh, berdaya saing, dan terbebas dari kerentanan sosial.