Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Lestari Moerdijat menekankan pentingnya mendesak peran perempuan dalam pelestarian budaya, menghadapi ancaman terkikisnya budaya nasional yang semakin meningkat.
“Secara tradisional, perempuan memegang peran sentral dalam melestarikan budaya dengan meneruskan nilai-nilai leluhur ke generasi berikut, dimulai dari lingkungan keluarga,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima di Jakarta pada Jumat.
Dia menyoroti data tahun 2024 dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang menunjukkan bahwa 139 dari 718 bahasa daerah yang teridentifikasi di Indonesia masuk kategori terancam punah.
Pada tahun yang sama, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mencatat ada 134 ritual besar atau upacara adat yang berisiko hilang karena biaya tinggi, kerumitan, dan semakin tuanya para tetua adat.
Selain itu, Persatuan Dalang Indonesia (PEPADI) melaporkan pada 2023 bahwa dari 58 jenis wayang Indonesia – selain Wayang Kulit Purwa Jawa – sekitar 23 jenis berada dalam kondisi kritis akibat kurangnya penonton dan regenerasi dalang.
Moerdijat menegaskan bahwa langkah konkrit harus segera diambil untuk menjawab tantangan-tantangan ini.
Dalam hal ini, dia menyerukan kepada para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah untuk membangun kolaborasi yang kuat guna mewujudkan mekanisme pelestarian budaya yang berkelanjutan.
“Potensi perempuan dalam mentransformasikan nilai-nilai budaya sejak dini di keluarga harus menjadi bagian dari upaya pelestarian yang berkelanjutan,” katanya.
Wakil Ketua MPR itu berharap pihak-pihak terkait dapat segera mengatasi ancaman terkikisnya budaya dengan langkah strategis, demi terjaminnya pelestarian warisan luhur yang diturunkan para pendahulu bangsa.
Berita terkait: Dana abadi kebudayaan Indonesiana telah menjangkau 2.800 penerima manfaat
Berita terkait: Menteri Kebudayaan ajak generasi muda jaga identitas budaya bangsa
Berita terkait: Festival gamelan pemuda hidupkan kembali warisan budaya Indonesia
Penerjemah: Fath Putra, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026