Mojtaba Khamenei Tolak Gencatan Senjata dengan Amerika Serikat, Sumpah Balas Dendam

Rabu, 18 Maret 2026 – 03:30 WIB

Seorang pejabat senior Iran mengatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menolak tawaran untuk meredakan ketegangan atau melakukan gencatan senjata dengan Amerika Serikat. Tawaran itu disampaikan ke Tehran lewat dua negara perantara, begitu dilaporkan Reuters pada Selasa, 17 Maret 2026.

Pejabat itu mengklaim bahwa dalam pertemuan pertamanya membahas kebijakan luar negeri, Mojtaba Khamenei mengambil sikap yang sangat tegas dan serius untuk membalas dendam terhadap Amerika Serikat dan Israel. Tapi dia tidak menjelaskan apakah Mojtaba hadir langsung dalam pertemuan itu atau tidak.

Seperti pernah diungkapkan dalam pernyataan perdananya setelah resmi dilantik tanggal 8 Maret lalu, Mojtaba berjanji akan membalas dendam untuk korban yang tewas dalam perang. Dia bilang Iran akan menuntut ganti rugi dari musuhnya. Dia menegaskan, kalau musuh menolak, Iran akan mengambil atau menghancurkan aset mereka sebagai bentuk kompensasi.

“Sampai saat ini, sebagian kecil dari balas dendam ini sudah dilakukan. Tapi sebelum tercapai sepenuhnya, hal ini akan tetap jadi prioritas kami,” katanya.

Putra kedua Ali Khamenei ini menegaskan bahwa Iran tidak akan mundur, akan melawan dengan kekuatan penuh, dan akan membalas bukan cuma untuk almarhum Ayatollah Ali Khamenei, tapi juga setiap warga yang tewas dalam perang.

“Kami tidak akan melupakan balas dendam untuk darah para syuhada,” ujarnya.

Keberadaan Mojtaba Khamenei

Sampai saat ini, Mojtaba Khamenei masih belum tampil di publik. Namun, dia dikabarkan sudah dipindahkan ke Rusia untuk perawatan medis setelah terluka parah dalam serangan udara AS-Israel yang menewaskan ayahnya pada 28 Februari.

Ulama berusia 56 tahun ini dibawa ke Moskow setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin, secara pribadi menawarkan perawatan medis ke Mojtaba saat telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menurut laporan koran Kuwait, Al-Jarida.

MEMBACA  MPR menyoroti pentingnya konsistensi dalam peningkatan kualitas guru

Menurut laporan itu, Mojtaba diterbangkan ke Moskow memakai pesawat militer Rusia pada hari Kamis, setelah telepon antara Putin dan Pezeshkian.

Sementara itu, Rusia menolak untuk mengonfirmasi atau membantah laporan ini. Juru bicara presiden Rusia, Dmitry Peskov, ke kantor berita Tass bilang, “Kami tidak pernah kasih komentar terkait laporan kayak gini.”

Tinggalkan komentar