Mitigasi Risiko Fiskal: Peran Krusial ‘Belanja Lain-lain’ dalam APBN sebagai Bantalan

loading…

Instrumen Belanja Lain-Lain (BLL) dalam struktur APBN sekarang dianggap punya peran sangat penting sebagai penyangga kebijakan (buffer) untuk mengurangi risiko fiskal. Foto/Dok

JAKARTA – Instrumen Belanja Lain-Lain (BLL) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini memegang peranan krusial sebagai bantalan kebijakan untuk mitigasi risiko fiskal. Ekonom dari Bright Institute, Awalil Rizky, menilai bahwa alokasi BLL yang dikelola Bendahara Umum Negara (BUN) berfungsi sebagai dana antisipasi yang efektif dalam menghadapi fluktuasi asumsi makroekonomi, seperti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar Rupiah.

Belanja lain-lain mencakup semua pengeluaran atau belanja pemerintah pusat yang tidak bisa diklasifikasikan ke dalam jenis belanja lain seperti belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, pembayaran utang, subsidi, hibah, dan bantuan sosial. Pengeluaran ini bersifat mendesak serta sulit diprediksi sebelumnya.

Menurut Awalil, fleksibilitas BLL memungkinkan pemerintah untuk tetap responsif terhadap perubahan kebijakan yang belum tertampung dalam pos belanja kementerian tertentu saat APBN dibuat. Baca Juga: Setiap Kenaikan 1 Dolar Harga Minyak, APBN Terancam Jebol Sampai Rp7 Triliun

“Secara konseptual, BLL menampung dana antisipatif untuk risiko perubahan kebijakan dan asumsi makroekonomi. Terutama sebagai bagian dari mitigasi risiko fiskal. Termasuk jika pelemahan kurs atau kenaikan harga minyak signifikan,” kata Awalil dalam analisisnya, Selasa (31/3/2026).

MEMBACA  Saham Peabody Energy Melonjak 105% dalam Setahun Meski Kepemilikan Senilai $14,15 Juta Dikurangi

Tinggalkan komentar