Mitigasi Kelangkaan LPG – Pertamina Siapkan Skenario Peralihan ke Minyak Tanah

Selasa, 19 Mei 2026 – 13:06 WIB

Jakarta, VIVA – Berkaitan dengen kondisi dan ketegangan geopolitik global, PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan skenario mitigasi kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Provinsi Papua Barat melalui peralihan sementara penggunaan minyak tanah.

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Papua Barat, Ahmad Sofyan Halim, megatakan bahwa kebutuhan mitigasi minyak tanah untuk menggantikan konsumsi LPG diperkirakan mencapai 421 kiloliter (KL) dalam periode tiga bulan.

“Apabila bener-bener terjadi kelangkaan LPG, maka kami sudah siapkan skenario mitigasi,” kata Sofyan pada Selasa, 19 Mei 2026.

Perhitungan itu didasarkan pada data realisasi konsumsi LPG sebanyak 336,8 metrik ton dengan konversi energi. Yaitu, 1 metrik ton LPG setara dengan penggunaan 1,96 kiloliter, dan 1 kiloliter minyak tanha setara 0,8 metrik ton LPG.

Stok minyak tanah masih surplus jika skenario mitigasi diterapkan dengan tambahan kebutuhan 421 kiloliter. Penyaluran diperkirakan mencapai 6.375 kiloliter, atau masih di bawah kuota triwulanan yang tersedia.

“Tentu kami tidak ingin hal ini (kelangkaan LPG) terjadi. Tapi jika terjadi, bisa diantisipasi dengan minyak tAnah,” ujarnya.

Sofyan menjelaskan, kuota minyak tanah untuk tujuh kabupaten di Papua Barat pada 2026 mencapai 27.182 kiloliter, atau sekitar 6.796 kiloliter per tiga bulan dengan realisasi penyaluran sebesar 29 persen pada Januari-April 2026.

Alokasi minyak tanah Manokwari yaitu 11.469 kiloliter, Fakfak 5.908 kiloliter, Teluk Bintuni 3.626 kiloliter, Kaimana sebanyak 2.800 kiloliter, Manokwari Selatan 1.429 kiloliter, Teluk Wondama 1.274 kiloliter, dan Pegunungan Arfak sebesar 676 kiloliter.

“Realisasi penyaluran kepada masyarakat dari Januari hingga April 2026 mencapai 7.898 kiloliter,” kata Sofyan.

Menurutnya, kuota minyak tanah Papua Barat yang ditetapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tahun 2026 meningkat 2.066 kiloliter dibandingkan tahun 2025 sebanyak 25.116 kiloliter.

MEMBACA  Kadin mengidentifikasi empat sektor prioritas untuk kerja sama RI-Pakistan

Skenario mitigasi peralihan sementara penggunaan minyak tanah ini difokuskan ke wilayah dengan tingkat konsumsi LPG tertinggi, seperti Manokwari, Fakfak, dan Teluk Bintuni, sehingga masyarakat oraang tidak mengalami kesulitan. (Ant).

Tinggalkan komentar