Medan, Sumatera Utara (ANTARA) – Militer Indonesia mengerahkan helikopter pada Sabtu untuk mempercepat pengiriman kebutuhan pokok ke desa-desa terdampak bencana di Sumatera Utara, menekankan peran penting angkatan bersenjata dalam menjangkau komunitas terisolir.
Komando Daerah Militer Bukit Barisan menyatakan sebuah helikopter Bell mendarat dengan selamat di Desa Lobu Singkam, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, setelah menerbangkan bantuan dari Bandara Silangit untuk menghindari jalan yang rusak.
Misi ini dilakukan oleh satuan tugas penanggulangan bencana militer, yang dikenal sebagai Gulbencal, sebagai bagian dari operasi darurat pasca banjir dan tanah longsor di Sumatera bagian utara.
Juru bicara Kolonel Asrul Kurniawan Harahap mengatakan bantuan udara tersebut mencakup beras, minyak goreng, dan mi instan, yang dipilih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mendesak sementara akses darat masih terbatas.
Penggunaan helikopter memastikan bantuan tiba dengan cepat dan aman, ujarnya, memungkinkan pasukan menjangkau komunitas yang masih sulit diakses melalui jalan darat di tengah upaya pemulihan yang berlangsung.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) bertujuan untuk meringankan beban warga, memulihkan kehidupan sehari-hari, dan memberikan rasa aman saat keluarga-keluarga membangun kembali pasca bencana.
Komando Bukit Barisan menyatakan akan terus mendukung penanggulangan bencana di area terdampak, menggunakan transportasi udara dan darat hingga rute akses kembali normal.
Sementara itu, dalam kunjungannya pada 31 Desember 2025 ke sebuah pusat evakuasi di Tapanuli Selatan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmen pemerintah, berjanji bahwa pihak berwenang tidak akan meninggalkan korban.
Prabowo mengatakan para menteri telah diperintahkan untuk bertugas di zona bencana guna memantau penyaluran bantuan, serta mempercepat asistensi sebagai bagian dari tanggung jawab negara kepada warga.
Dia menyerukan masyarakat untuk menjaga kesehatan, ketahanan, dan solidaritas, menekankan dukungan gotong royong dan tindakan kolektif sebagai hal esensial untuk mengatasi kesulitan akibat cuaca ekstrem.
Presiden juga mengingatkan kerentanan Indonesia terhadap bahaya alam, menyerukan pelestarian lingkungan sambil menegaskan tekadnya untuk mengerahkan semua sumber daya negara guna pemulihan.
Pihak berwenang melaporkan kemajuan signifikan dalam memulihkan akses, menyatakan tidak ada lagi desa yang terisolasi di Tapanuli Selatan, dengan keterhubungan transportasi di Sumatera Utara menunjukkan peningkatan yang nyata.
Satuan militer berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan relawan untuk menilai kebutuhan, mendistribusikan bantuan secara adil, dan mempersiapkan penerbangan lanjutan jika kondisi cuaca memungkinkan dalam hari-hari mendatang.
Berita terkait: Pemerintah Sumatera Barat pastikan bantuan untuk penyintas banjir dan longsor
Berita terkait: Fasilitas vital pulih bertahap di area bencana Sumatera: Menteri
Penerjemah: M.Sahbainy N, Rahmad Nasution
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026