Meski IHSG Anjlok 14,42 Persen pada Maret, OJK Catat Penambahan 1,78 Juta Investor

Senin, 6 April 2026 – 13:19 WIB

Jakarta, VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi pada Maret 2026 karena eskalasi konflik Timur Tengah dan lonjakan harga energi global, jumlah investor pasar modal justru meningkat.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa saat IHSG ditutup di level 7.048,22 (terkoreksi 14,42% secara bulanan), investor baru bertambah 1,78 juta. “Sehingga total menjadi 24,74 juta investor, atau tumbuh 21,51% sejak awal tahun,” ujarnya dalam telekonferensi pers, Senin (6/4).

Dia menambahkan, resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik tetap terjaga. Hal ini terlihat dari catatan net sell investor asing yang mencapai Rp23,34 triliun, terutama akibat transaksi negosiasi di BEI.

Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) terkoreksi 2,03% secara bulanan. Sementara di pasar SBN, investor non-residen mencatatkan net sell Rp21,80 triliun.

Industri pengelolaan investasi juga terdampak, namun lebih moderat. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana terkoreksi 2,51% per bulan, tetapi masih tumbuh 3,02% sejak Januari, didorong oleh net subscription yang signifikan.

Pasar modal tetap berfungsi sebagai sumber pembiayaan jangka panjang. Hingga akhir Maret, nilai fundraising korporasi mencapai Rp51,96 triliun dengan 53 rencana emisi dalam pipeline. Penggalangan dana melalui securities crowdfunding (SCF) mencapai Rp18,07 miliar.

Di pasar derivatif keuangan, volume transaksi mencapai 34.480 lot. Sementara itu, jumlah pengguna jasa Bursa Karbon yang terdaftar telah mencapai 153 pihak, dengan penambahan volume transaksi 43.117 tCO2e dan akumulasi nilai transaksi Rp93,71 miliar pada Maret 2026.

MEMBACA  Proses Turunnya Hujan dalam Al-Qur'an dan Sains

Tinggalkan komentar