loading…
Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, memaparkan praktik ekoteologi mulai dari hutan wakaf hingga KUA ramah lingkungan. Foto/istimewa
JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) terus mengarusutamakan ekoteologi dalam berbagai program pembinaan umat selama setahun terakhir. Upaya ini dilakukan mulai dari pengembangan hutan wakaf hingga pembangunan kantor Urusan Agama (KUA) yang berkonsep ramah lingkungan.
Praktik baik ekoteologi ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kemenag, Abu Rokhmad, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ditjen Bimas Islam di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.
Rakernas mengusung tema “Menyiapkan dan Melayani Umat Masa Depan” dengan tagline “Terwujudnya Impelementasi Perilaku Ekoteologis di Masyarakat”.
Baca juga: Ditjen Bimas Islam dan UIN Jakarta Susun Indeks Layanan Dakwah
Menurut Abu Rokhmad, ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana saja, tetapi harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari. “Ekoteologi adalah bagian dari nilai keislaman. Iman tidak hanya tercermin dalam ibadah ritual, tapi juga dalam kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.