loading…
Dalam pandangan Islam, arti menganiaya diri sendiri tidak hanya sebatas tindakan fisik. Itu mencakup semua bentuk perbuatan zalim yang dilakukan seseorang ke pada dirinya, baik disadari ataupun tidak. Foto ilustrasi/ist
Pernahkah kita melihat orang yang menganiaya dirinya sendiri atau zalim terhadap diri sendiri? Bagaimana sebenarnya hal itu dalam pandangan Islam? Simak ulasannya berikut.
Menganiaya diri sendiri, mungkin yang langsung terbayang adalah tindakan ekstrem seperti menyakiti pergelangan tangan dengan benda tajam, melompat dari tempat tinggi, atau bahkan minum racun. Gambaran itu memang nyata dan menakutkan, karena menunjukkan kekerasan fisik yang jelas terhadap diri sendiri.
Tapi, dalam pandangan Islam, arti menganiaya diri sendiri tidak berenti pada tindakan fisik saja. Konsep ini jauh lebih luas dan dalam. Menganiaya diri sendiri mencakup semua bentuk perbuatan zalim yyang dilakukan seseorang terhadap dirinya, baik disadari maupun tidak.
Ketika seseorang melanggar perintah Allah, mengabaikan kewajiban, atau terus-terusan jatuh dalam perbuatan dosa, sebenarnya dia sedang menzalimi dirinya sendiri.
Baca juga: Mengapa di Bulan Zulkaidah Dilarang Berbuat Aniaya? Simak Penjelasannya di Sini!
Bukan karena Allah butuh ketaatan manusia, tapi karena setiap pelanggaran membawa dampak buruk bagi pelakunya—baik di dunia maupun di akhirat.
Allah Ta’ala berfirman:
اَوَلَمۡ يَسِيۡرُوۡا فِى الۡاَرۡضِ فَيَنۡظُرُوۡا كَيۡفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِهِمۡؕ كَانُوۡۤا اَشَدَّ مِنۡهُمۡ قُوَّةً وَّاَثَارُوا الۡاَرۡضَ وَعَمَرُوۡهَاۤ اَكۡثَرَ مِمَّا عَمَرُوۡهَا وَجَآءَتۡهُمۡ رُسُلُهُمۡ بِالۡبَيِّنٰتِ ؕ فَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيَظۡلِمَهُمۡ وَلٰـكِنۡ كَانُوۡۤا اَنۡفُسَهُمۡ يَظۡلِمُوۡنَ
“………….Maka Allah sekali-kali tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri sendiri,” (QS. Ar Rum: 9)
Hal-hal yang Termasuk Menganiaya Diri Sendiri :
1. Bersikap sombong atau angkuh
Bagaimana mungkin bersikap sombong atau angkuh masuk dalam kategori ‘menganiaya’ diri sendiri?
Kita bisa pahami konsep ini jika pakai kacamata kehidupan abadi, bukan cuma kacamata dunia. Bukankah sifat sombong yang dimiliki makhluk hanya pantas tempat tinggalnya di neraka?