Menteri Tegaskan “Perang Tiket Haji” Masih Sekadar Wacana

Jakarta (ANTARA) – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menekankan bahwa “perang tiket haji” masih sebatas wacana, jadi calon jamaah yang telah menunggu antrean bertahun-tahun tidak perlu khawatir.

“Masih wacana. Jadi, jamaah tidak perlu takut,” kata Yusuf dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, wacana “perang tiket” itu merupakan usulan upaya untuk mempersingkat antrean calon jamaah haji Indonesia yang dinilainya terlalu lama.

Namun, wacana tersebut masih dalam tahap pembahasan. “Kita butuh terobosan untuk memendekkan antrean panjang ini,” ujarnya.

Menurut dia, wacana perang tiket memerlukan pembahasan mendalam dengan pemangku kepentingan, terutama dari Komisi VIII DPR, penyelenggara bisnis haji, dan calon jamaah.

“Banyak hal yang perlu didiskusikan dan butuh waktu lama untuk mengambil keputusan,” katanya.

Usulan “perang tiket” ini mendapat kritik dari anggota dewan di bidang agama dan sosial. Namun, Yusuf menyatakan pembahasan akan terus berlanjut, mengingat Indonesia butuh terobosan baru dalam mengatasi masalah antrean haji.

Dia mengatakan belum bisa menjamin skema baru akan selesai tahun depan, namun pemerintah akan berupaya menyelesaikannya secepat mungkin.

Yang pasti, ia menekankan bahwa skema baru tidak akan mengganggu jamaah yang sudah dalam antrean.

“Yang pasti kami tidak menghilangkan antrean. Itu akan tetap ada. Jamaah yang sudah menunggu lima, sepuluh, atau 15 tahun tidak perlu cemas,” tegasnya.

Menteri menambahkan, pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan Arab Saudi mengenai skema penggunaan kuota haji negara tetangga, seperti yang diusulkan anggota Komisi VIII.

“Kami sudah eksplorasi ini, tapi pemerintah Saudi sepertinya tidak menyambut skema ini. Kami akan coba bahas lebih lanjut dengan mereka,” jelasnya.

MEMBACA  Mendag Ungkap Pemicu Kenaikan Harga Pangan di Pasar, Pastikan MBG Tak Berdampak

Berita terkait: Indonesia to form task force to thwart unauthorized Hajj travel

Berita terkait: Indonesia Hajj 2026: Officials depart starting April 17

*Penerjemah: Fath P, Asri Mayang Sari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026*

Tinggalkan komentar