Jakarta (ANTARA) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyatakan bahwa laju pertumbuhan penduduk Indonesia berada di atas rata-rata global.
“Populasi dunia sekarang lebih dari 8 miliar, dan penduduk Indonesia lebih dari 280 juta. Jika mengikuti tren pertumbuhan global, seharusnya kita hanya memiliki 240 juta. Ini artinya laju pertumbuhan kita di atas rata-rata global. Kita harus hati-hati,” ujarnya pada Selasa.
Hal ini disampaikannya pada peluncuran Rencana Pelaksanaan Program Negara (CPIP) untuk Siklus ke-11 Program Kerja Sama Indonesia-UNFPA di Jakarta.
Dalam kondisi ini, Pambudy mencatat bahwa Indonesia berpeluang mendapatkan bonus demografi jika para pemudanya dikelola dengan baik.
Sebaliknya, populasi yang menua akan mengalami penurunan produktivitas, lanjutnya.
Oleh karena itu, dia mengingatkan semua tingkat pemerintahan untuk menangani masalah daya dukung lingkungan yang semakin terbatas seiring bertambahnya penduduk.
“Bila kita pelajari, beberapa bencana bukan hanya bencana alam, tapi juga bencana akibat ulah manusia karena tekanan populasi. Semakin besar populasi, semakin butuh air, pangan, dan energi, yang akhirnya melampaui kapasitas dunia. Tapi, seandainya dunia dikelola dengan adil, sebenarnya cukup,” tegasnya.
“Saat bencana terjadi, prioritas pertama adalah populasinya. Yang paling penting adalah bayi, anak-anak, ibu hamil, dan remaja perempuan karena mereka membutuhkan perlakuan berbeda dari laki-laki,” tambah menteri.
Dalam konteks ini, kerja sama antara Indonesia dan UNFPA dianggap penting untuk menghadapi tantangan besar tersebut.
“Indonesia bercita-cita mewujudkan visi Indonesia Emas, dan upaya ini harus dibantu dengan memperkuat peran perempuan dalam pembangunan serta memanfaatkan data kependudukan,” pungkas Pambudy.
Berita terkait: Indonesia siapkan rencana aksi antisipasi urbanisasi yang meningkat
Berita terkait: Indonesia perkuat kebijakan seiring populasi lanjut usia yang bertambah
Berita terkait: Indonesia hancurkan 34 kg narkoba sitaan, cegah 147.340 kematian
*Penerjemah: M Baqir Idrus A, Resinta Sulistiyandari
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026*