Jakarta (ANTARA) – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan bahwa perlindungan dan kemajuan budaya tidak boleh hanya dipandang sebagai urusan masa lalu, tetapi harus dijadikan investasi untuk masa depan.
"Indonesia percaya bahwa budaya adalah fondasi untuk solidaritas global, kesetaraan, dan keberlanjutan," kata Fadli Zon, seperti dikutip dalam pernyataan yang diterima di Jakarta pada Kamis.
Dalam Pertemuan Kelompok Kerja Kebudayaan G20 ke-4 dan Pertemuan Menteri Kebudayaan di Afrika Selatan, ia menekankan pentingnya mengatasi perdagangan benda budaya ilegal melalui kolaborasi global dan teknologi digital untuk melacak asal-usul artefak serta memperkuat perlindungan warisan budaya.
Dia juga menekankan perlunya mengintegrasikan kebijakan budaya dengan strategi sosial-ekonomi nasional agar sektor budaya dan ekonomi kreatif bisa menjadi penggerak pertumbuhan yang inklusif.
Indonesia berkontribusi dalam perumusan dan pengesahan KwaDukuza Ministerial Declaration, yang produk akhirnya menjadi referensi bersama bagi Menteri Kebudayaan G20 dalam memperkuat peran budaya sebagai pilar pembangunan berkelanjutan dan solidaritas global.
Deklarasi KwaDukuza menegaskan kembali komitmen negara-negara G20 untuk memajukan peran budaya dalam memperkuat solidaritas, dialog inklusif, dan kerja sama antarnegara.
Dokumen tersebut menetapkan empat prioritas utama: perlindungan dan pengembalian warisan budaya, integrasi kebijakan budaya ke dalam strategi sosial-ekonomi nasional, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk keberlanjutan budaya, serta memperkuat peran budaya dalam mengatasi perubahan iklim.
Dalam deklarasi itu, para Menteri menyepakati pentingnya kerja sama internasional untuk menghentikan perdagangan ilegal properti budaya, memperkuat penegakan hukum, dan mendorong dialog terbuka mengenai pengembalian properti budaya ke negara asalnya.
Deklarasi tersebut menekankan penghormatan terhadap hak masyarakat adat dan lokal, sekaligus menyelaraskan kebijakan budaya dengan strategi pembangunan nasional untuk memastikan sektor budaya dan kreatif mendorong pertumbuhan inklusif, menciptakan lapangan kerja yang layak, dan meningkatkan kohesi sosial.
Negara-negara G20 juga menegaskan pentingnya tata kelolaa kecerdasan buatan yang transparan, adil, dan etis, dengan memastikan perlindungan hak cipta serta hak moral dan ekonomi para pencipta.
Budaya juga diakui memainkan peran penting dalam mengatasi perubahan iklim dengan memposisikan pengetahuan lokal dan praktik tradisional sebagai sumber solusi berkelanjutan yang perlu diintegrasikan ke dalam kebijakan global.