Menteri Serukan Persatuan dan Perdamaian dalam Pesan Paskah

Jakarta (ANTARA) – Menteri Agama Indonesia, Nasaruddin Umar, menyampaikan ucapan selamat Paskah kepada umat Kristen dan mengajak untuk mendoakan perdamaian, kerukunan, dan persatuan bangsa, kata para pejabat pada Sabtu.

“Saya, Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia, mengucapkan Selamat Hari Paskah 2026,” ujarnya di Jakarta.

Beliau mengatakan Paskah bukan hanya peringatan keagamaan tapi juga momen untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dalam masyarakat.

Menteri mendorong umat Kristen menggunakan kesempatan ini sebagai landasan untuk mempererat solidaritas dan menjaga kerukunan sosial antar komunitas.

“Saya mengajak umat Kristen, dalam sukacita Paskah, untuk mendoakan rakyat dan bangsa agar Indonesia tetap damai, tenang, dan rukun,” katanya.

Nasaruddin, yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, berharap perayaan ini membawa berkah bagi bangsa.

Ia menyerukan semua kelompok untuk terus menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman guna mempertahankan masyarakat yang damai dan bersatu padu.

Umat Kristen di Indonesia telah menjalani masa Prapaskah selama 40 hari menjelang Paskah, termasuk Minggu Palma dan Trihari Suci.

Trihari Suci terdiri dari Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci, yang puncaknya adalah perayaan Paskah.

Nasaruddin mengatakan rangkaian peringatan ini harus memperkuat iman, harapan, dan kasih di kalangan umat Kristen.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai tersebut penting dalam menumbuhkan ketahanan dan kasih sayang dalam masyarakat.

Sebelumnya, dalam kebaktian Jumat Agung pada 3 April, Pastor Yohanes Deodatus dari Katedral Jakarta mendorong kaum muda untuk tetap teguh dalam iman.

Ia mengajak para pemuda membangun ketahanan di tengah tantangan global dan menjaga kerendahan hati dalam hidup mereka.

Katanya, kaum muda harus memiliki arah yang jelas sambil menghindari sikap sombong.

“Dalam konteks bangsa kita, kita menghadapi masa-masa sulit dan penuh tantangan, termasuk tekanan global,” ujarnya.

MEMBACA  Judul: Bocoran Mengungkap Kehidupan Sehari-hari Penipu IT Korea Utara (Visual: Format teks rapi dengan spasi yang seimbang dan font yang mudah dibaca)

Ia mendorong masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan tetap setia meski menghadapi kesulitan.

“Tuhan selalu hadir dan tidak pernah meninggalkan kita, bahkan dalam kelemahan kita,” tambahnya.

Berita terkait: Merayakan toleransi antarumat beragama di Papua

Berita terkait: Jumat Agung menawarkan pelajaran tentang cinta dan pengorbanan: Pandjaitan

Penerjemah: Asep Firmansyah, Resinta Sulistiyandari
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar