Medan (ANTARA) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan bahwa pemerintah memandang program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai sebuah investasi untuk masa depan Indonesia, dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menjelaskan program ini menyasar anak usia sekolah hingga SMA serta ibu hamil. Tujuannya adalah mencetak generasi yang sehat dan mampu mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Pernyataan itu disampaikan Mu’ti usai meresmikan dapur MBG di Kampus IV Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara di Kabupaten Deli Serdang, pada Senin, 16 Februari. Dia menekankan peran program ini dalam tiga tahap penting perkembangan awal.
Menteri merincikan tahap tersebut, yaitu masa sebelum kelahiran (kehamilan), periode emas sejak lahir hingga usia lima tahun, dan tahap pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya.
“Pada masa-masa krusial ini, asupan gizi yang cukup sangat penting. Program MBG hadir pada fase emas dengan memberikan dukungan bagi ibu menyusui dan ibu hamil,” ujarnya.
Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, yang mendampingi menteri, menekankan pentingnya memastikan program prioritas nasional ini benar-benar memenuhi kebutuhan gizi pada tiga tahap perkembangan tadi.
Menurutnya, kemajuan daerah sangat bergantung pada bagaimana sumber daya manusia dibina.
“Ini pada dasarnya tentang pertumbuhan anak. Anak yang sehat dapat belajar lebih baik, dan dengan gizi yang cukup, mereka dapat tumbuh menjadi generasi tangguh yang mampu memperkuat bangsa. Itulah tujuan inti program MBG,” kata Surya.
Wagub juga mendukung percepatan pengembangan dapur tambahan, serta mencatat bahwa program ini sejalan dengan agenda pembangunan provinsi yang lebih luas.
“Infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup. Memenuhi kebutuhan gizi masyarakat melalui MBG sama pentingnya sebagai investasi dalam pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” tambahnya.
Diluncurkan pada 6 Januari tahun lalu, program MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta orang di seluruh Indonesia, didukung sekitar 21.000 dapur. Jumlah penerima manfaat ditargetkan mencapai 82 juta tahun ini, seiring dengan perluasan fasilitas dapur tambahan.
Berita terkait: Program makanan gratis Indonesia ciptakan hampir 1 juta lapangan kerja: BGN
Berita terkait: Indonesia prioritaskan ibu hamil dan balita dalam program makanan gratis
Penerjemah: M. Said, Tegar Nurfitra
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026