Menteri Pastikan Pasokan Pangan Stabil Selama Musim Libur Lebaran

Jakarta (ANTARA) – Pasokan pangan Indonesia stabil dan terkendali menjelang libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal ini menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi petani, pedagang, dan konsumen di seluruh tanah air, disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Minggu.

“Kita patut bersyukur pada Idul Fitri kali ini. Produksi kuat, stok mencukupi, dan harga stabil. Petani terus berproduksi, pedagang bisa berjualan, dan masyarakat bisa membeli dengan harga terjangkau,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Dia menekankan pemerintah terus menjaga keseimbangan harga untuk melindungi petani dari kerugian, sekaligus menjaga harga pangan tetap terjangkau bagi konsumen.

“Harga pangan tidak boleh terlalu tinggi karena membebani masyarakat, tetapi juga tidak boleh terlalu rendah karena merugikan petani. Pemerintah harus menjaga keseimbangan ini,” jelasnya.

Otoritas sedang melakukan pemantauan lintas sektor untuk mencegah penimbunan dan manipulasi harga, terutama selama Ramadan dan Idul Fitri.

“Lebaran tahun ini adalah keberhasilan dan berkah bersama bagi kita semua,” tambah Sulaiman.

Dia mengatakan stok pangan nasional tetap cukup dan harga stabil sebelum dan selama masa liburan.

Kondisi ini, menurutnya, menguntungkan semua pihak—mulai dari petani sebagai produsen, pedagang sebagai distributor, hingga konsumen di seluruh Indonesia.

“Pemantauan di pasar tradisional maupun modern menunjukkan harga bahan pokok stabil dan pasokan memadai,” katanya.

Sulaiman menyebut stabilitas ini berkat upaya terkoordinasi untuk meningkatkan produksi, memperkuat cadangan, mengawasi distribusi, dan mengelola harga.

Dia menyebut stok beras sangat kuat, dengan cadangan pemerintah di Badan Urusan Logistik (Bulog) sekitar 4,09 juta ton. Sementara itu, 11–12 juta ton beredar di pasar dan sekitar 12 juta ton diprediksi akan datang dari panen mendatang.

Ketersediaan beras nasional total diperkirakan sekitar 28 juta ton, setara dengan pasokan untuk kurang lebih 11 bulan, didorong oleh peningkatan produksi.

MEMBACA  Telah Memenuhi Syarat Antidoping Internasional

Panen di berbagai daerah sedang mencapai puncaknya antara bulan Februari dan April, memperkuat pasokan dan menstabilkan harga di tingkat petani.

“Dengan produksi yang melebihi kebutuhan konsumsi, pasokan beras kita sangat kuat,” tegasnya.

Berita terkait: Indonesia pastikan stok pangan Ramadan stabil meskipun ada perang Timur Tengah

Dengan permintaan bulanan sekitar 2,59 juta ton dan produksi berkisar antara 2,6 juta hingga 5,7 juta ton, neraca beras tetap surplus.

Dia menambahkan, berdasarkan neraca pangan hingga April 2026, komoditas kunci juga dalam kondisi surplus, termasuk beras sebesar 27,5 juta ton berbanding permintaan 10,3 juta ton.

Cabai rawit menunjukkan surplus 105.000 ton, daging ayam 727.000 ton, dan bawang merah 57.000 ton.

Selain itu, neraca cabai nasional pada Maret mencatat surplus produksi, dengan cabai rawit melebihi permintaan sekitar 46.868 ton dan cabai besar sekitar 8.282 ton.

Kondisi ini telah membantu menstabilkan harga cabai, yang kini cenderung turun di pasaran.

“Ketika pasokan melimpah dan distribusi lancar, harga akan stabil. Itulah yang terus kami jaga,” ujarnya.

Berita terkait: Indonesia jamin harga dan pasokan ayam stabil jelang Idul Fitri

*Penerjemah: Muhammad Harianto, Raka Adji
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026*

Tinggalkan komentar