Menteri mendorong pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap tingkat inflasi

Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mendesak pemerintah daerah untuk tetap waspada dan tidak terlena oleh tingkat inflasi nasional sebesar 2,84 persen yang tercatat bulan lalu. “Angka nasional tidak boleh menimbulkan euforia karena tidak selalu mencerminkan tingkat inflasi di daerah-daerah tertentu,” katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.

Merujuk pada data dari Badan Pusat Statistik, Karnavian menyoroti bahwa puluhan provinsi, kota, dan kabupaten masih menghadapi tingkat inflasi tinggi pada tanggal 9 Juni. Daerah-daerah ini termasuk Gorontalo, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Kota Ambon, Kota Medan, Kota Batam, Kabupaten Nabire, Kabupaten Karo, dan Kabupaten Aceh Tengah.

Dia meminta para pemimpin daerah untuk meningkatkan upaya mereka dalam mengendalikan dan menstabilkan inflasi. Dia juga memerintahkan mereka untuk mengidentifikasi penyebab-penyebab khusus dari tingkat inflasi tinggi di daerah mereka.

Karnavian menyarankan agar para pemimpin daerah memperhatikan harga dan ketersediaan komoditas pangan utama seperti cabai, daging ayam, dan bawang merah. “Penting bagi Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah untuk mengembangkan strategi untuk meningkatkan produksi bawang merah di daerah-daerah yang mengalami kelangkaan yang persisten,” tegasnya.

Dia menekankan pentingnya mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi lonjakan permintaan untuk berbagai jenis makanan menjelang perayaan Idul Adha tahun ini. “Perayaan Idul Adha yang akan datang diperkirakan akan menyebabkan lonjakan permintaan sementara untuk beberapa jenis makanan,” katanya.

Untuk mengatasi situasi tersebut, Karnavian mengarahkan daerah untuk memantau komoditas yang menyumbang tingkat inflasi tinggi dan berkoordinasi dengan pihak terkait. “Saya ingin setiap daerah mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini,” tegasnya.

Berita terkait: Indonesia mencatat deflasi pada bulan Mei; pertama kali sejak Agustus 2023 Berita terkait: Indonesia berpengalaman dalam mengelola inflasi di tengah ketegangan global: Pemerintah

MEMBACA  Apakah Terlalu Terlambat Untuk Membeli Saham Anggota Terbaru dari Klub $2 Triliun?

Penerjemah: Narda M, Tegar Nurfitra Editor: Anton Santoso Hak cipta © ANTARA 2024