Menteri Ketenagakerjaan RI: Pelatihan di BLK Harus Sesuai dengan Kebutuhan Pasar Kerja

Jakarta (ANTARA) – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memfasilitas akses kerja bagi peserta pelatihan melalui jaringan yang lebih kuat.

Dalam pernyataan di Jakarta pada Selasa, ia menekankan bahwa BLK harus melampaui sekadar memberikan pelatihan dan menerbitkan sertifikat; mereka harus aktif membantu peserta meraih peluang kerja nyata.

“Kita harus berusaha maksimal agar pusat-pusat ini berfungsi sesuai tujuannya: sebagai hub untuk pelatihan vokasi, inovasi, kewirausahaan, dan pengembangan produktivitas,” ujar menteri tersebut.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa BLK perlu mengambil peran lebih luas yang tidak hanya mengajar tapi juga membuka jalan ke dunia kerja.

Yassierli menegaskan bahwa integrasi pelatihan dan penempatan kerja sudah diterapkan di BLK milik kementeriannya.

Ia menyebutkan bahwa tingkat penempatan lulusan BLK milik kementerian telah mencapai 70 persen, didorong oleh koneksi yang lebih kuat antara proses pelatihan dan kebutuhan pasar tenaga kerja aktual.

Menteri menyatakan optimisme bahwa model ini juga dapat diadopsi oleh balai pelatihan milik pemerintah daerah untuk memastikan manfaat pelatihan vokasi benar-benar dirasakan masyarakat.

Selain itu, ia juga menyoroti peran kunci Kantor Ketenagakerjaan di berbagai wilayah untuk membantu lulusan pelatihan, termasuk setelah pelatihan berakhir.

“Di Kantor Ketenagakerjaan, ada petugas ketenagakerjaan yang harus membantu mereka. Kantor-kantor ini juga harus berkolaborasi dengan jaringan industri,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pelatihan berbasis kompetensi di daerah—seperti di Balai Pelatihan Vokasi Lahat di Sumatera Selatan—didukung oleh pelatihan yang didanai anggaran negara.

Ia berharap dana tersebut dapat dioptimalkan untuk memperkuat kapasitas pelatihan lokal sekaligus menjadi landasan bagi pengembangan program ke depannya.

Berita terkait: Indonesia seeks Australia support to bolster education system

MEMBACA  Membaca Al-Qur’an dan Berselawat Sebelum Tidur: Perintah Rasulullah SAW bagi Muslimah

Berita terkait: Indonesia to transform vocational centers to meet industry needs

Penerjemah: Arnidhya Nur, Raka Adji
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar