Menteri Dorong Pengawasan Digital pada Anak untuk Cegah Kekerasan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Arifin Fauzi menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan gawai, media sosial, dan game online oleh anak untuk mencegah kekerasan, baik anak sebagai pelaku maupun korban.

“Konten yang mengandung unsur kekerasan dapat mempengaruhi kondisi psikologis anak jika tidak diawasi dengan baik,” kata Bintang di Jakarta, Jumat, menanggapi kasus anak yang menganiaya ibunya hingga meninggal di Kota Medan, Sumatera Utara.

Ia menekankan, pola asuh yang melibatkan ayah dan ibu berperan sangat penting dalam membentuk karakter dan pengendalian emosi anak melalui pengasuhan penuh kasih dan komunikasi yang efektif.

Bintang juga memperingatkan untuk tidak memberikan stigma atau label negatif pada anak, karena anak juga bisa menjadi korban dari pola asuh yang tidak memadai.

“Karena itu, penting untuk tidak memberi stigma atau label negatif pada anak, karena mereka mungkin adalah korban dari praktik pengasuhan yang kurang baik,” ujarnya.

Kementerian, tambah dia, telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Polrestabes Medan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPPA) Provinsi Sumatera Utara, serta psikolog, untuk memberikan pendampingan dalam penanganan kasus tersebut.

“Penanganan kasus yang melibatkan anak harus benar-benar mengedepankan kepentingan terbaik anak. Sejak awal, kementerian terus memberikan pendampingan dan koordinasi antar sektor dengan kepolisian, pemerintah daerah, dan unit layanan terkait,” kata Bintang.

Ia menekankan, pendampingan tersebut bertujuan memastikan setiap tahap proses hukum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

“Kami terus memastikan hak-hak anak terpenuhi dalam aspek hukum, psikologi, sosial, dan pendidikan,” tambah Bintang.

Berita terkait: Menteri Bintang dorong ekspresi aman dan positif untuk anak Indonesia

MEMBACA  Lima Laporan Biru, Dua Laporan Merah

Berita terkait: Pemerintah tegaskan komitmen majukan hak anak

Penerjemah: Anita, Kenzu
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar