Jakarta (ANTARA) – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa disrupsi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), menjadi sebuah peluang bagi angkatan kerja muda untuk mengembangkan keterampilan baru.
Dalam rekaman podcast bersama ANTARA di Jakarta pada Rabu, beliau menekankan bahwa keterampilan baru tersebut akan membantu generasi muda membuka peluang kerja yang semakin relevan dengan perubahan zaman.
“Mereka (angkatan kerja muda) harus mempersiapkan diri dan memahami kondisi pasar kerja saat ini dan masa depan—kesiapan masuk pasar mereka. Ada disrupsi terkait green jobs dan digitalisasi, yang berdampak pada pasar kerja,” ujarnya.
Lebih lanjut, dikatakannya penting bagi angkatan kerja muda untuk mempersiapkan diri melampaui kompetensi yang sudah dimiliki dengan memperhatikan aspek lain, seperti penguatan keterampilan teknis, soft skill, dan human skill.
“Yang paling penting adalah technical skills, lalu diikuti soft skills yang mencakup kemampuan bahasa, dan human skills; mereka juga harus mempersiapkan itu,” kata Yassierli.
Beliau menekankan bahwa penguasaan tiga kelompok keterampilan tersebut sangat penting karena angkatan kerja menghadapi ketidakpastian global, persaingan internasional yang semakin ketat, dan disrupsi teknologi masif.
Dalam menghadapi situasi ini, lanjutnya, generasi muda harus lebih adaptif agar tidak tertinggal dalam memasuki dunia kerja dan untuk meraih peluang-peluang baru yang muncul.
“AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas,” tegasnya.
Untuk membantu generasi muda menghadapi situasi ini, pemerintah telah mengambil beberapa inisiatif, termasuk program Magang Nasional bagi lulusan baru perguruan tinggi dan program Pelatihan Vokasi Nasional bagi lulusan SMA dan SMK.
“Dalam program Pelatihan Vokasi Nasional, kami yang menyediakan pelatihannya. Sementara untuk program Magang Nasional, pelatihan dilakukan oleh perusahaan yang bermitra dengan kami,” jelasnya.
Program-program ini, tambah menteri, memberikan pengalaman kerja langsung kepada peserta dengan tujuan inti yang sama: memastikan mereka siap kerja.
Berita terkait: Wamen desak kesepakatan adil antara platform dan media
Berita terkait: AI ganggu jurnalisme global, Indonesia peringatkan risiko pers
Berita terkait: Indonesia buka pintu investasi global dalam pengembangan AI
Penerjemah: Arnidhya Nur, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026