Minggu, 19 April 2026 – 12:15 WIB
Jakarta, VIVA – Upaya membangun ekosistem olahraga nasional kini mulai menyasar kampus sebagai basis pembinaan. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, resmi menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, untuk memperkuat sinergi pengembangan atlet sekaligus sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, pada Jumat, 17 April 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengintegrasikan dunia pendidikan dengan pembinaan olahraga secara lebih sistematis.
Erick menegaskan bahwa kolaborasi lintas kementerian menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam membangun ekosistem olahraga nasional yang berkelanjutan. Ia menilai, kampus memiliki peran strategis sebagai tempat lahirnya talenta atlet potensial.
“Terima kasih kepada bapak presiden (Prabowo Subianto) yang terus mendorong para kementerian untuk menguatkan sinergi, sehingga kita terus memperbaiki pelayanan publik dan menghasilkan capaian yang maksimal,” ujar Erick dalam keterangan resmi yang dikutip Kemenpora.
Menurutnya, kerja sama ini lahir dari kesamaan visi antara Kemenpora dan Kemendiktisaintek dalam mengembangkan konsep student athlete. Artinya, mahasiswa tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga dapat mengasah kemampuan olahraga secara profesional.
Erick juga menekankan bahwa peluang pendidikan bagi atlet akan semakin terbuka, termasuk akses belajar di luar negeri. Hal ini diharapkan dapat melahirkan atlet yang tidak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga memiliki kualitas intelektual yang mumpuni.
“Saya sangat mengapresiasi inisiasi kerja sama ini, kami bersama (sepakat) membangun keolahragaan, termasuk talenta atlet yang bisa kita jaga melalui fasilitas pendidikan tinggi,” terang Erick.
Tak hanya soal pembinaan, pemerintah juga mendorong optimalisasi fasilitas olahraga di kampus yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan adanya payung hukum yang lebih jelas, fasilitas tersebut diharapkan bisa digunakan secara lebih luas untuk mendukung pembinaan atlet nasional.
Sementara itu, Brian Yuliarto menilai kampus memiliki potensi besar dalam menghidupkan budaya olahraga. Ia menyinggung ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional sebagai salah satu wadah lahirnya atlet berbakat dari lingkungan perguruan tinggi.
“Kita tahu ada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional, nah disitu saya yakin banyak atlet potensial yang lahir dari kompetisi itu. Kita ingin mahasiswa memiliki kebiasaan untuk berolahraga, hidup sehat,” tuturnya.
Halaman Selanjutnya