Mengusung Gaya Hidup Kirei: Strategi Kao Indonesia Kuatkan Ekosistem Pengelolaan Sampah

Rabu, 11 Maret 2026 – 23:12 WIB

Jakarta, VIVA – Kao Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk keberlanjutan lewat filosofi Kirei Lifestyle. Mereka aktif dalam isu pengelolaan sampah di Indonesia. Hal ini kini bukan cuma tanggung jawab pemerintah, tapi juga jadi aksi kolektif yang sistemik.


Usai Longsor Maut di Bantargebang, Menteri LH Minta Praktik Open Dumping Segera Dihentikan

Dalam pernyataan resminya, manajemen Kao Indonesia jelaskan langkah ini diambil seiring perubahan pola konsumsi masyarakat.

Berdasarkan riset NielsenIQ (NIQ) 2025, sekitar 69 persen konsumen di Indonesia sekarang lebih prioritaskan kesejahteraan emosional, mental, dan transparansi info produk dibanding lima tahun lalu.


SMI Buka Opsi Gandeng Danantara Garap Proyek Waste to Energy

Filosofi Kirei itulah yang menjadi dasar bagi Kao Indonesia dalam menjalankan tanggung jawab Environmental, Social, and Governance (ESG).


Tragedi Longsor Sampah Bantargebang: 7 Orang Tewas, Operasi SAR Resmi Dihentikan

“Kirei bukan cuma konsep estetika, tapi komitmen untuk ciptakan kehidupan yang harmonis antara manusia dan lingkungan, untuk sekarang dan masa depan,” kata Manajemen Kao Indonesia, Rabu, 11 Maret 2026.

Manajemen menjelaskan upaya ini sejalan dengan Peraturan Menteri LHK No. 75 Tahun 2019, yang targetkan pengurangan sampah oleh produsen sebesar 30 persen pada 2029. Kao Indonesia lihat konsumen bukan hanya pengguna, tapi mitra aktif dalam ekonomi sirkular.

Salah satu terobosan nyata yang diluncurkan adalah kolaborasi digital waste take-back (pengambilan kembali sampah kemasan) lewat kemitraan dengan Rekosistem, penyedia layanan clean & climate-tech.

Lewat aplikasi Rekosistem, masyarakat sekarang bisa pilah kemasan bekas pakai dari produk-produk Kao. Lalu setorkan sampah itu ke Waste Station terdekat.

“Juga ikut pantau proses pelacakan dan pelaporan sampah secara transparan melalui brand catalogue,” ujarnya.

MEMBACA  Bidan Krusial dalam Kesehatan Keluarga dan Pembangunan Indonesia: Pejabat

Peluncuran digital waste take-back diresmikan bersamaan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada 21 Februari 2026 lalu. Platform Rekosistem integrasikan layanan pengumpulan kemasan dari konsumen dengan sistem pelacakan dan pelaporan yang transparan.

Program digital waste take-back ini dirancang untuk bantu perusahaan penuhi kewajiban regulasi sekaligus ajak konsumen bersama-sama olah kemasan bekas pakai lewat ekosistem teknologi rantai pasok yang terintegrasi.

“Program ini dirancang untuk memudahkan konsumen berpartisipasi dalam pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan teknologi rantai pasok,” ujar Manajemen Kao Indonesia.

Kasus Longsor Maut Bantargebang Diusut, Menteri LH Sebut Bakal Ada Tersangka Pekan Depan

Kasus longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, yang menewaskan tujuh orang warga kini memasuki tahap penyidikan.

VIVA.co.id

11 Maret 2026

Tinggalkan komentar