loading…
Tata Yodha dan Mahindra Scorpio. FOTO/ x
JAKARTA – Dua produsen otomotif asal India, yaitu Tata Motors dan Mahindra, menerima pesanan sebanyak 105.000 unit kendaraan dari PT Agrinas Pangan Nusantara, salah satu perusahaan BUMN.
Menurut kabar yang beredar, ratusan ribu kendaraan itu terdiri dari:
– Tata Motors Yodha (pick-up) 35.000 unit: untuk mobilitas jarak pendek, medan menantang, dan produktivitas akar rumput.
– Tata Motors Ultra T.7 (truk ringan) 35.000 unit: untuk logistik modern, daya tahan, waktu operasional tinggi, dan kenyamanan.
,
Tata Yodha adalah seri kendaraan niaga ringan (pickup) andalan dari Tata Motors yang dirancang untuk kinerja berat, daya tahan, dan efisiensi bahan bakar. Dikenal dengan sebutan “Warrior” (pejuang), kendaraan ini diposisikan untuk kebutuhan logistik, distribusi jarak dekat, dan medan berat.
Berikut spek lengkap Tata Yodha:
1. Performa Mesin dan Kapasitas
Mesin: Didukung mesin diesel 2.2 liter, 4 silinder, Turbocharged, Intercooled (BS6) yang menghasilkan tenaga sekitar 100 HP dan torsi tinggi 250 Nm.
Kapasitas Muatan (Payload): Tersedia dalam berbagai varian, mulai dari 1200 kg, 1500 kg, hingga 1700 kg. Bahkan varian Yodha 2.0 mampu membawa muatan hingga 2 ton.
Keunggulan Medan: Dilengkapi dengan penggerak 4×4 dan 4×2, serta ground clearance tinggi (210 mm) yang memungkinkan operasi di medan sulit.
2. Desain dan Fitur
Varian: Tersedia dalam model Single Cab (kabin tunggal) dan Crew Cabin (kabin ganda).
Area Muat: Memiliki bak kargo yang luas dan kokoh (ukuran mencapai 9×6 kaki pada varian tertentu).
Fitur Kabin: Menawarkan kabin yang nyaman dengan kursi pengemudi yang bisa disetel, power steering, dan setir yang bisa melipat untuk keselamatan.
Sasis: Menggunakan 4mm Thick Tubular Chassis Frame yang kuat untuk menahan beban berat.
3. Penggunaan dan Keunggulan
Aplikasi: Sangat cocok untuk mengangkut hasil pertanian (susu, buah, sayur), material konstruksi, barang konsumen cepat habis (FMCG), obat-obatan, dan sebagai mobil kas (cash van).
Efisiensi: Dikenal punya total biaya kepemilikan (TCO) yang rendah dengan interval servis panjang (ganti oli mesin tiap 20.000 km).