Mengungkap Tantangan Kendaraan Niaga dalam Industri Rantai Dingin

Kamis, 9 April 2026 – 21:31 WIB

Jakarta, VIVA – Industri cold chain di Indonesia terus tumbuh seiring naiknya kebutuhan distribusi produk makanan dan hasil panen. Tapi, di balik pertumbuhan itu, masih ada banyak tantangan di lapangan, khususnya dalam operasi kendaraan niaga dan sistem distribusi.

Chief Innovation Officer PT Trimitra Trans Persada Tbk (B-Log), Gerry Ardian, bilang bahwa tantangan utamanya bukan cuma soal pengiriman, tapi juga menjaga mutu produk selama perjalanan. Menurut dia, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan bikin distribusi jadi lebih rumit.

"Produk kayak ikan, sayur, sampe makanan olahan diproduksi di daerah tertentu, jadi perlu sistem yang bisa jaga kualitas sampai ke tangan konsumen," ujarnya dalam diskusi di acara pameran GIICOMVEC 2026, dikutip VIVA Otomotif Kamis 9 April 2026.

Dia jelasin, kendala tidak cuma dari jarak yang jauh, tapi juga dari terbatasnya fasilitas pendukung di lapangan. Salah satu contoh yang masih sering ditemui adalah belum adanya sumber listrik di kapal, sehingga kendaraan berpendingin harus tetap nyala pakai bahan bakar sepanjang perjalanan.

Kondisi ini langsung pengaruhi efisiensi operasional, terutama bagi pelaku logistik yang harus menjaga suhu produk tetap stabil. Selain itu, kesadaran akan pentingnya pengelolaan suhu juga masih jadi tantangan sendiri.

Sementara itu, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Aji Jaya, berpendapat bahwa kendaraan niaga punya peran penting buat dukung distribusi cold chain, tapi tidak bisa jalan sendiri tanpa dukungan sistem dan layanan yang memadai.

"Kendaraan niaga harus didukung sama layanan purna jual yang kuat biar operasional tetap jalan tanpa kendala," kata Aji.

Dia nambahin, tantangan di lapangan bikin keandalan kendaraan jadi faktor yang sangat penting, terutama untuk memastikan distribusi tetap berjalan sesuai jadwal. Makanya, dukungan jaringan layanan yang luas serta pemantauan kondisi kendaraan adalah bagian krusial dalam operasi.

MEMBACA  Mantan Pejabat MA Zarof Ricar Akui Terima Rp5 Miliar, Namun Bantah Pengaruhi Hakim

Saat ini, Fuso punya jaringan sekitar 225 dealer di seluruh Indonesia yang siap kasih layanan perawatan dan perbaikan. Selain itu, pengembangan sistem digital juga dilakukan buat bantu pantau kondisi kendaraan, termasuk sistem pendinginnya selama di jalan.

Halaman Selanjutnya

Dengan berbagai tantangan yang ada, pengembangan industri cold chain di Indonesia dinilai tidak cuma bergantung pada kendaraan, tapi juga butuh dukungan infrastruktur, sistem, serta kesiapan SDM. Tanpa itu, potensi besar sektor ini dianggap belum bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Tinggalkan komentar