Sabtu, 7 Maret 2026 – 19:25 WIB
VIVA – Kabar duka datang dari industri musik Indonesia. Penyanyi dan penulis lagu Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, di usia 35 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemar yang selama hampir dua dekade mengikuti perjalanan kariernya di dunia musik Tanah Air.
Perjuangan Vidi Aldiano Sembuh dari Kanker Ginjal
Vidi dikenal sebagai salah satu musisi pop Indonesia yang memiliki karakter vokal khas serta karya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sejak debutnya pada era 2000-an, dia berhasil menciptakan sejumlah lagu populer yang tidak hanya digemari penggemar, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan musik pop Indonesia.
Perjalanan karier Vidi Aldiano tidak terjadi secara instan. Dia memulai langkahnya dari berbagai pengalaman, mulai dari mengikuti ajang pencarian bakat hingga menghadapi penolakan dari sejumlah label rekaman.
Kabar Duka! Vidi Aldiano Meninggal Dunia
Namun berkat kegigihan dan konsistensinya dalam berkarya, Vidi akhirnya berhasil jadi salah satu penyanyi pria solo yang diperhitungkan di industri musik Indonesia. Scroll untuk info lebih lanjut…
Awal Karier Vidi Aldiano di Industri Musik
Mantan Wapres RI Try Sutrisno Berpulang, Begini Kiprahnya dari Dunia Militer ke Istana
Vidi Aldiano, yang memiliki nama lengkap Oxavia Aldiano, lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990. Ketertarikannya pada dunia musik sudah terlihat sejak usia muda. Salah satu pengalaman awalnya di industri hiburan adalah ketika dia mengikuti ajang pencarian bakat Indonesian Idol musim ketiga pada 2006.
Waktu itu, Vidi mengikuti audisi di Jakarta International Expo dengan membawakan lagu “Pada Satu Cinta” milik Glenn Fredly. Namun perjalanannya di ajang tersebut hanya sampai pada babak 100 besar. Meski begitu, kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Dia justru semakin serius menekuni musik dan mulai membuat karya sendiri.
Langkah besar Vidi di industri musik dimulai pada 2008 ketika dia merilis album perdananya berjudul *Pelangi di Malam Hari*. Menariknya, ide membuat album tersebut berawal dari hal sederhana.
Saat masih duduk di bangku SMA, Vidi merasa bosan dengan lagu-lagu yang diputar di kantin sekolahnya. Dia kemudian berinisiatif menciptakan lagu sendiri dan merekamnya secara independen. Proses pengerjaan album tersebut memakan waktu sekitar tiga tahun hingga akhirnya selesai setelah dia lulus SMA.
Halaman Selanjutnya
Sebelum album itu dirilis, Vidi sempat menghadapi berbagai penolakan. Demo albumnya dikirimkan ke sejumlah label rekaman, tetapi dia ditolak oleh delapan label karena pada saat itu penyanyi solo pria tidak sedang menjadi tren di industri musik.