Mengantisipasi Gerakan Tanah, BNPB akan Merelokasi 428 Rumah di Bogor

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memastikan relokasi 428 rumah warga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang terancam oleh bencana pergerakan tanah. Rumah-rumah tersebut tersebar di Desa Bojong Koneng, Cijayanti, Karang Tengah, dan Kampung Pensiunan. Pada awal Maret, rumah-rumah tersebut terdampak banjir bandang sehingga kekuatan tanah menjadi labil.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan bahwa relokasi dilakukan untuk mengantisipasi potensi pergerakan tanah dan memastikan keamanan hunian bagi warga terdampak. Rencana relokasi meliputi pengalihan rumah warga ke Sentul City dan Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

BNPB juga sedang melakukan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi untuk pemulihan kondisi infrastruktur dan permukiman terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bogor. Saat ini, dua jembatan penghubung yang rusak di Desa Leuwimalang dan Desa Jogjogan Kecamatan Cisarua sedang dibangun kembali. Jembatan di Desa Tugu Utara dengan konstruksi baja (bailey) juga sedang dibantu oleh personel TNI Angkatan Darat (AD).

Kepala BNPB, Suharyanto, memastikan bahwa proses pembangunan jembatan sudah mencapai progres 60 persen dan diharapkan akan segera selesai dalam waktu dekat.

BNPB juga mengungkap bahwa dampak kerugian akibat banjir di Jabodetabek pada awal Maret 2025 mencapai hampir Rp1,7 triliun, dengan Kabupaten Bekasi menjadi wilayah dengan kerusakan tertinggi.

MEMBACA  Intelligence Apple mungkin akan mendapatkan tingkat berbayar suatu hari nanti