Mengaku Ditawari Posisi Pemimpin Tertinggi Iran, Apa Maksud Pidato Trump?

Jumat, 27 Maret 2026 – 05:46 WIB

VIVA – Sebuah video yang berisi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim bahwa dia pernah ditawari untuk menjadi pemimpin tertinggi Iran — tapi dia menolaknya — menjadi viral di media sosial setelah dibagikan banyak orang.


12 Cara Korea Selatan Atasi Krisis Energi, Warga Diminta Kurangi Durasi Mandi hingga Pakai Transportasi Umum

Dalam narasi video yang viral tersebut, disebutkan bahwa Trump dalam pidatonya di acara penggalangan dana Partai Republik di Washington, Rabu, 25 Maret 2026, mengklaim bahwa rakyat Iran ingin menjadikannya pemimpin tertinggi mereka, namun dia menyatakan tidak tertarik mengambil posisi itu.

“Kami mendengar mereka dengan sangat jelas. Mereka bilang, ‘Saya tidak mau. Kami ingin Anda jadi pemimpin tertinggi berikutnya. Tidak, terima kasih. Saya tidak mau,'” kata Trump pada makan malam penggalangan dana tahunan Komite Kongres Republik Nasional (NRCC).


Harga Naik Akibat Perang Lawan Iran, Warga AS Mulai Kurangi Makan

Menurut Deccan Herald, Kamis, 26 Maret 2026, setelah meninjau transkrip lengkap pidato Trump yang tersedia di C-Span, pada menit ke-10 dalam video tersebut, Presiden Trump membuat pernyataan ini sambil berkata:

“Mereka (Red. Iran) sedang bernegosiasi, ngomong-ngomong. Mereka sangat pengen buat kesepakatan, tapi mereka takut untuk mengatakannya karena khawatir akan dibunuh oleh rakyatnya sendiri. Mereka juga takut dibunuh oleh kita. Tidak pernah ada pemimpin negara yang kurang ingin menduduki posisi itu selain menjadi pemimpin Iran.”


Iran Siapkan Aturan Pungutan Kapal di Selat Hormuz, Sumber Baru Pendapatan Negara

Dia melanjutkan, “Saya tidak mau. Kami dengar beberapa hal yang mereka ucapkan, kami mendengarnya sangat jelas. Mereka bilang saya tidak mau. Kami ingin Anda jadi pemimpin tertinggi berikutnya. Tidak, terima kasih, saya tidak mau,” kata Trump.

MEMBACA  Luka Lebam Membalut Jenazah, Misteri Kematian Prada Hairul di Barak TNI

Pernyataan Trump ini menunjukkan bahwa dia merujuk pada reaksi individu di Iran yang ditawari posisi pemimpin tertinggi tetapi memilih menolak, dengan alasan takut dibunuh oleh rakyatnya sendiri atau oleh AS.

Transkrip pidatonya yang ada di situs web C-Span juga tidak menyebutkan Trump mengatakan bahwa dia ditawari posisi pemimpin tertinggi.

Trump, saat berpidato di acara tersebut, juga menyatakan bahwa pemerintahan AS sebelumnya telah menghindari tindakan tegas selama “47 tahun”.

“Ketika saya lakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh Presiden-presiden lain selama 47 tahun, dan Anda dengar banyak dari mereka bilang mereka berharap sudah melakukannya, tapi mereka tidak punya nyali untuk melakukannya. Kami tidak punya pilihan, tapi saya pikir akan jauh lebih buruk,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali menegaskan klaimnya bahwa Iran ingin mengakhiri perang yang sudah berlangsung hampir sebulan. Dia menyebut para pejabat di Teheran sedang bernegosiasi dengan Washington, tetapi takut mengakuinya karena khawatir memicu pemberontakan di dalam negeri.

Tinggalkan komentar