Mendikdasmen Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Tak Dipotong MBG, 888.000 Peserta Didik TK Terima Bantuan PIP

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, memberikan kabar baik yang pasti melegakan banyak pihak di dunia pendidikan Indonesia.

Beliau memastikan bahwa anggaran pendidikan pada tahun 2026 akan naik dan sama sekali tidak akan dikurangi untuk membiayai Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kebijakan ini dilakukan lewat skema Anggaran Biaya Tambahan (ABT) untuk memastikan program prioritas pendidikan, mulai dari perbaikan sekolah hingga kesejahteraan guru, tetap berjalan baik bersamaan dengan pelaksanaan program MBG yang diusung Presiden Prabowo Subianto.

Revitalisasi Besar-Besaran untuk 71 Ribu Sekolah

Dalam rapat koordinasi program MBG, Prof. Mu’ti menjelaskan bahwa anggaran pendidikan 2026 akan difokuskan untuk perbaikan infrastruktur sekolah secara besar-besaran.

"Tahun 2026, anggaran revitalisasi dalam APBN mencapai lebih dari Rp14 triliun untuk 11 ribu satuan pendidikan. Namun, atas arahan Presiden, akan ada tambahan untuk 60 ribu sekolah lagi. Jadi total yang kami usulkan adalah revitalisasi untuk 71 ribu satuan pendidikan," jelas Mu’ti pada Minggu (22/2/2026).

Tidak hanya bangunan fisik, digitalisasi pendidikan juga akan ditingkatkan.

Pemerintah menargetkan untuk mendistribusikan Interactive Flat Panel (IFP) atau panel interaktif digital ke lebih dari 325 ribu sekolah untuk mendukung metode belajar berbasis teknologi.

Perluasan PIP: Siswa TK Sekarang Dapat Rp450 Ribu per Tahun

Salah satu terobosan penting dalam anggaran 2026 adalah perluasan jangkauan Program Indonesia Pintar (PIP).

Jika sebelumnya hanya untuk siswa SD hingga SMA/SLB, sekarang pemerintah memasukkan jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

  • Tambahan Dana PIP TK: Dialokasikan sebesar Rp450.000 per tahun untuk 888.000 murid TK di seluruh Indonesia.
  • PIP SD-SMA: Dipastikan tetap berjalan tanpa pengurangan kuota atau nilai bantuannya.

    Kesejahteraan Guru dan Beasiswa S1

    Pemerintah juga memberi perhatian khusus untuk peningkatan kapasitas para guru. Berikut beberapa poin pentingnya:

  • Beasiswa Guru: Dialokasikan untuk 150.000 guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1, dengan bantuan sebesar Rp3 juta per semester.
  • Tunjangan Guru P3K: Pembayaran tunjangan untuk guru P3K dipastikan akan diberikan sesuai pengajuan resmi kepada Presiden.
  • Pelatihan Kompetensi: Anggaran besar disiapkan untuk program pelatihan guru secara nasional guna meningkatkan kualitas mengajar.

    MBG Sebagai Pendukung Kualitas Belajar

    Menanggapi kekhawatiran publik soal benturan anggaran, Prof. Mu’ti menegaskan bahwa MBG justru menjadi pendukung untuk dunia pendidikan.

MEMBACA  Indonesia Mengirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Bumi di Vanuatu

Tinggalkan komentar