Kamis, 12 Februari 2026 – 03:38 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah menginformasikan kalau pasar rakyat di wilayah yang terdampak bencana di Sumatera sudah mulai beroperasi lagi dengan fungsi yang baik.
Hal ini dijelaskan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam sebuah Konferensi Pers tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.
Berdasarkan data dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) per tanggal 9 Februari, ada 465 pasar rakyat di Provinsi Aceh yang sudah berjalan fungsional kembali. Pasar-pasar ini antara lain berlokasi di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, dan Pidie Jaya.
Selain itu, 57 pasar rakyat di Sumatera Utara dan 31 pasar di Sumatera Barat juga telah beroperasi lagi. Walaupun begitu, Mendagri menyebutkan bahwa masih ada beberapa pasar yang aktivitasnya belum berjalan dengan optimal.
“Untuk ekonomi pasar, sebagian besar sudah berjalan dengan lancar. Sudah berfungsi, meski ada yang belum maksimal,” ujar Tito.
Upaya untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi lewat reaktivasi pasar ini dilakukan bersamaan dengan pemulihan infrastruktur dasar dan konektivitas. Tito menekankan bahwa akses transportasi adalah faktor yang sangat penting untuk mendukung pasar rakyat dan pemulihan ekonomi secara keseluruhan pascabencana.
Berdasarkan pantauan Satgas PRR per 8 Februari 2026, progres pembangunan jalan nasional dan jembatan nasional di tiga provinsi terdampak sudah mencapai 100 persen. Sementara itu, perbaikan jalan daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat saat ini sudah mencapai 91 persen.
Pemerintah mengakui masih ada kendala dalam pemulihan jembatan daerah serta jalan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan desa. Namun, Mendagri memastikan bahwa sinergi antar berbagai sektor, termasuk dengan TNI dan Polri, akan terus ditingkatkan untuk mempercepat perbaikan akses dan jembatan yang belum optimal.
Kemenhut Percepat Pembersihan Kayu Akibat Bencana Sumatera
Tidak hanya fokus pada menghidupkan kembali pasar rakyat, pemerintah juga terus mendorong kebangkitan ekonomi pascabencana melalui penguatan sektor ekonomi kreatif serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Ekonomi harus dibangkitkan, mulai dari pasar, lalu kafe, warung, UMKM, kedai, kemudian juga hotel, dan beberapa tempat lainnya. Akses juga sangat penting sekali, terutama akses jalan darat,” kata Tito.