Membangun Kota Masa Depan: Bertumpu pada Kecerdasan Buatan dan Gaya Hidup

Minggu, 15 Maret 2026 – 22:08 WIB

Jakarta, VIVA – Nuanu Creative City, kawasan kreatif dan modern seluas 44 hektar di sekitar Pantai Nyanyi, tepatnya di Desa Beraban, Kabupaten Tabanan, Bali, tidak hanya membangun perumahan saja.

Mereka juga terus memperluas ekosistem melalui distrik dan inisiatif baru yang mendukung kehidupan sehari-hari. Proyek strategis yang sedang dibangun adalah Genius City dan Sutala.

Head of Corporate Communications Nuanu Real Estate, Reyni Fransisca Wullur, mengaku bahwa Genius City akan menjadi blueprint (cetak biru) untuk bagaimana pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) bisa bersinergi dengan hubungan antar manusia.

Dengan total investasi mencapai Rp233 miliar atau US$14 juta, proyek ini bertujuan menciptakan sarana belajar berkonsep masa depan terbaik untuk masyarakat.

"Pendidikan adalah salah satu pilar utama dalam ekosistem terintegrasi Nuanu. Genius City merupakan platform pendidikan inovatif yang fokus pada pembelajaran masa depan, kewirausahaan, dan pengembangan skill teknologi," kata Reyni.

Sebagai informasi, Genius City adalah bagian dari Genius Group, perusahaan berorientasi Bitcoin yang menyediakan solusi pendidikan dan akselerasi berbasis AI untuk masa depan dunia kerja.

Genius Group telah melayani 5,8 juta pengguna di lebih dari 100 negara. Kerja sama antara Nuanu Creative City dan Genius Group mencakup dua proyek utama.

Pertama, berkolaborasi dengan ProEd Global School, yang akan mengintegrasikan model Genius School dan program Genius Apprentice ke dalam kurikulumnya, sekaligus memperluas program edukasi di Genius City dengan ekstrakurikuler di bidang teknologi, terutama AI sebagai materi utama.

Kedua, Genius City akan mengembangkan sebuah education hub di kawasan Nuanu yang menghadirkan program pembelajaran korporat, program untuk siswa SMA, dan lifelong education.

“Seni, penghijauan, 3D printing, hingga AI—semua ini menjadi bagian penting dalam pengembangan Nuanu, sekaligus menghadirkan keunggulan dan sinergi bagi sebuah ekosistem pendidikan,” jelas Reyni.

MEMBACA  Menangis Saat Bertemu Anak, Machica Mochtar: Alhamdulillah Kamu Selamat

Selanjutnya, Sutala, adalah distrik kuliner dan gaya hidup terbaru di dalam Nuanu Creative City yang dirancang untuk menyatukan restoran, budaya, dan kehidupan sosial dalam lingkungan yang walkable (ramah untuk pejalan kaki).

“Sutala mencerminkan evolusi industri kuliner. Orang sekarang tidak hanya mencari makanan, tetapi juga lokasi, atmosfer, dan komunitas,” ujar Direktur Sutala, Fransiskus Conrad.

Sutala secara aktif mengundang merek atau brand restoran terbaik dari Indonesia serta nama-nama kuliner terkemuka di Asia Tenggara untuk bergabung.

Tinggalkan komentar