loading…
Media pemerintah Iran merayakan kerusuhan di Minneapolis, Amerika Serikat, dan menyebutnya sebagai karma instan. Foto/David Guttenfelder/The New York Times/Redux
TEHERAN – Media pemerintah Iran, Press TV, merayakan kerusuhan yang terjadi di Minneapolis. Kerusuhan ini dipicu oleh penembakan dua warga sipil Amerika Serikat (AS) oleh petugas Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE).
Media tersebut mengecam pemerintahan Presiden Donald Trump sebagai munafik. Mereka membandingkan kerusuhan di Minneapolis dengan protes nasional yang baru-baru ini terjadi di Republik Islam Iran.
Baca Juga: Ironi Penembakan Minneapolis, AS yang Klaim Negara Demokratis tapi Faktanya Otoriter
Iran memanfaatkan penembakan fatal terbaru terhadap seorang pria AS bernama Alex Pretti oleh petugas ICE. Mereka berargumen bahwa Presiden Trump tidak punya dasar moral untuk mengutuk cara otoritas Iran menangani demonstrasi di negara mereka sendiri. Demonstrasi di Iran dipicu oleh tekanan ekonomi dan nilai mata uang yang jatuh setelah bertahun-tahun dikenai sanksi oleh AS.
Press TV mengingatkan pada seruan publik Trump sebelumnya yang meminta warga Iran untuk bangkit dan turun ke jalan. Sementara itu, demonstrasi di Minneapolis saat ini disebut sebagai “karma instan”.
Saluran berita pemerintah Iran itu bahkan membuat segmen khusus yang menampilkan kerusuhan ini sebagai contoh terbaru dari kemarahan terhadap tindakan para petugas ICE.