Mayoritas Rakyat Amerika Geram Trump Tak Miliki Rencana Nyata untuk Perang Iran

Senin, 13 April 2026 – 06:38 WIB

Mayoritas warga Amerika Serikat (AS) mengatakan mereka khawatir dengan perang yang berkepanjangan di Iran. Sebanyak 68 persen menyatakan perasaan “khawatir” bahwa perang ini akan pengaruhi kehidupan mereka di AS, menurut survei YouGov bersama CBS News yang dirilis Minggu.


Perundingan AS-Iran Gagal, Trump Perintahkan Blokade Kapal di Selat Hormuz

Sementara itu, 57 persen mengaku merasa tertekan, dan 54 persen menyatakan marah atas keputusan pemerintah terkait perang tersebut.

Survei juga menunjukan 59 persen warga menilai konflik ini berjalan “agak buruk” atau “sangat buruk” bagi AS, naik dua poin dari tanggal 22 Maret lalu.


PM Kanada Janji Kurangi Belanja dan Ketergantungan Militer Pada AS

Selain itu, 62 persen responden berpendapat Presiden Donald Trump tidak punya rencana yang jelas tentang konflik ini. Sementara 66 persen menyebut pemerintah belum menjelaskan tujuan militer mereka dengan baik.

Ancaman Trump untuk “menghancurkan peradaban Iran” yang dia unggah di Truth Social pada 7 April dinilai negatif oleh 59 persen responden. Sebanyak 47 persen menyatakan sangat tidak suka dengan pernyataan itu.


Negosiasi Buntu, Iran Kokoh Pertahankan Selat Hormuz hingga Tuntutan Kompensasi

Secara keseluruhan, 64 persen warga AS tidak setuju dengan cara Trump menangani situasi dengan Iran. Angka ini naik dua poin dari survei sebelumnya. Sebanyak 61 persen memberikan penilaian negatif terhadap kinerja Trump.

Survei ini dilakukan pada 8–10 April terhadap 2.387 orang dewasa di AS, dengan margin kesalahan 2,4 persen.

Konflik mulai memanas sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke beberapa target di Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.

MEMBACA  Peluang Besar AI bagi Hukum dan Ancaman yang Menyertainya

Pada hari Selasa, Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran.

Iran Tegas! Siap Pertahankan Selat Hormuz hingga Tuntut Kompensasi Perang dari AS

Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, menegaskan bahwa Teheran akan tetap teguh dalam mempertahankan hak-hak negaranya. Baca selengkapnya di artikel ini.

VIVA.co.id

13 April 2026

Tinggalkan komentar