Sabtu, 4 Juli 2026 – 05:00 WIB
Jakarta, VIVA – Selama bertahun-tahun, Timnas Indonesia selalu datang ke Piala AFF dengan harapan yang sama, yaitu akhirnya bisa juara. Tapi sayang, mimpi itu gagal terus meskipun skuad Garuda tidak pernah kekurangan pemain berbakat.
Pengalaman itulah yang sekarang dipakai Badan Tim Nasional (BTN) bersama pelatih John Herdman untuk menyusun tim Indonesia di ASEAN Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF 2026. Sekarang, kemampuan main bola bukan satu-satunya syarat buat pakai seragam Garuda.
Di balik proses seleksi yang sedang berjalan, Herdman malah lebih fokus pada satu hal yang selama ini sering jadi pembeda di pertandingan penting, yaitu kekuatan mental pemain.
Ketua BTN Sumardji bilang, pembentukan karakter jadi bagian penting dalam persiapan tim. Kata dia, dari hasil evaluasi kegagalan Indonesia di Piala AFF, kualitas teknik saja tidak cukup buat jadi juara.
“Kalau ditanya evaluasinya, dari sekian tahun kita tidak pernah juara ya banyak. Salah satu evaluasi paling utama adalah bagaimana membangun karakter mental pemain. Ini penting,” ujar Sumardji di forum Water Break PSSI Pers di SCBD, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.
Dia menjelaskan, John Herdman dari awal sudah bikin program yang tidak cuma fokus pada kualitas main, tapi juga bangun fondasi mental yang kuat.
“Coach John mengkolaborasi dan menyeimbangkan kekuatan mental, fisik, dan skill. Semua ini digabung biar tercapai kekuatan yang jadi dasar,” jelasnya.
Dengan kata lain, pemain yang punya teknik tinggi belum tentu otomatis dapat tempat kalau belum memenuhi standar mental dan fisik yang diinginkan pelatih.
Sumardji merasa, aspek mental selama ini jadi salah satu penyebab Indonesia sering gagal melangkah lebih jauh di turnamen Asia Tenggara.
Karena itu, selama pemusatan latihan semua pemain akan dipantau secara menyeluruh. Tim pelatih akan evaluasi perkembangan masing-masing sebelum menentukan skuad final.
“Nanti ketika anak-anak TC pasti bisa kita lihat. Dari tanggal 5 kita akan analisa dan detail individual para pemain. Semua akan dievaluasi sebelum menentukan 24, 25, atau 26 pemain,” katanya. Proses dilakuin di Bali dengan pemusatan latihan bertahap. Awalnya ada 46 pemain, sekarang jumlahnya terus dikurangin. Kira-kira 25 sampai 26 orang yang bakal dibawa ke turnamen.