Banda Aceh, Aceh (ANTARA) – Tiga ulama dari Mesir dan Yordania akan memimpin salat Tarawih selama 24 malam pada Ramadan 1447 Hijriah (2026) di Masjid Oman Al Makmur Banda Aceh, kata penyelenggara pada Jumat.
Sekretaris Badan Kemakmuran Masjid, Rama Satria, mengatakan program tahunan ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang lebih khusyuk dengan mengundang imam pilihan langsung dari Timur Tengah.
Para ulama tersebut adalah Syaikh Abdelrahman Monis dari Mesir, Syaikh Hasan Ahmad Shaker dari Yordania, dan Syaikh Ahmad Sya’ban dari Mesir, yang dikenal memiliki kredensial kuat dalam bidang qiraat Al-Qur’an.
Rama menyatakan inisiatif ini dirancang untuk memberikan pengalaman spiritual yang lebih mendalam bagi jamaah selama menjalankan salat Tarawih maupun salat Qiyamullail di sepertiga malam terakhir.
"Kehadiran para syaikh ini diharap dapat meningkatkan kekhusyukan ibadah melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an yang merdu dan tartil sesuai kaidah tajwid," ujarnya.
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan panitia, Abdelrahman Monis akan bertindak sebagai imam pertama, memimpin empat malam Tarawih antara hari keempat hingga kesembilan Ramadan.
Dia sudah dikenal jamaah karena telah beberapa kali memimpin Tarawih di masjid Banda Aceh tersebut dalam dua tahun terakhir.
Saat ini berdomisili di Kuala Lumpur, Malaysia, dia menjabat sebagai imam tetap di sebuah masjid sana dan telah membuka cabang Tahsin Al-Laithy Academy di Banda Aceh.
Hasan Ahmad Shaker dari Yordania dijadwalkan memimpin Tarawih dari malam ke-10 hingga ke-12 Ramadan, yang menjadi kunjungan pertamanya ke masjid itu.
Ahmad Sya’ban, yang digambarkan sebagai spesialis qiraat di Mesir, akan memimpin Tarawih sekaligus menjadi imam Qiyamullail pada 10 malam terakhir Ramadan, kata Rama.
Persiapan mendatangkan para ulama ini telah dimulai sejak tiga bulan sebelum Ramadan, melalui komunikasi intensif, tinjauan bacaan, dan konsultasi sebelum menetapkan ketiga imam dan jadwal mereka.
Ketiga ulama tersebut diperkirakan akan memimpin ribuan jamaah selama 24 malam di bulan Ramadan di masjid yang merupakan salah satu pusat Islam terkemuka di Banda Aceh itu.
Rama mengajak warga Provinsi Aceh, khususnya di Banda Aceh, untuk berpartisipasi dalam salat tersebut dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya di bulan suci.
Berita terkait: Indonesia funds Aceh’s meugang beef tradition for disaster victims
Berita terkait: COVID-19 symptomatic people must avoid tarawih at mosques: Task Force
Penerjemah: R.Fajri, Rahmad Nasution
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026