Longsor di TPA Bantargebang Tewaskan 5 Jiwa, 4 Masih Dinyatakan Hilang

Jakarta (ANTARA) – Tim Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Jakarta menemukan satu lagi korban jiwa yang tertimbun longsor di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Total korban meninggal menjadi lima orang.

“Kami temukan satu jenazah sore tadi, jadi totalnya ada lima korban meninggal,” kata Romli Prasetyo, Humas Basarnas Jakarta, pada Senin.

Dia menambahkan, petugas masih mencari empat orang yang diduga masih tertimbun, sementara empat lainnya telah ditemukan dalam keadaan selamat.

Basarnas Jakarta mencatat total korban dari longsor ini sebanyak 13 orang. Keempat korban yang selamat diidentifikasi sebagai Budiman, Joha, Safifudin, dan Slamet.

Adapun korban yang meninggal termasuk pemilik warung makan Enda Widayanti (25) dan Sumine (60), supir truk Dedi Sutrisno, serta Irwan Supriatin.

Menurut Prasetyo, sebanyak 366 personel gabungan dikerahkan untuk mencari korban. Mereka berasal dari Kantor SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, Polrestro Bekasi, Polsek Bantargebang, dan Komando Rayon Militer (Koramil).

Kemudian ada juga Dinas Pemadam Kebakaran Bekasi, Batalyon 7/Biring Galih TNI, Satuan Dalmas Polda Metro Jaya, dan instansi terkait lainnya.

Personel SAR gabungan juga menggunakan alat berat seperti ekskavator dan mengerahkan unit K-9 untuk mendeteksi tanda-tanda korban.

“Selain itu, kami juga telah menggelar peralatan bantu untuk evakuasi,” tambahnya.

Pada Minggu (8 Maret), longsor terjadi dari tumpukan sampah setinggi 50 meter di Zona IV TPA Bantargebang.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, pada Senin menjelaskan bahwa insiden ini terjadi akibat curah hujan ekstrem yang mencapai 264 milimeter.

Longsor terjadi di Zona 4A pada pukul 14.30 WIB hari Minggu. Hujan deras menyebabkan air meresap ke dalam tumpukan sampah, menciptakan kondisi licin yang akhirnya memicu tanah longsor.

MEMBACA  Mendukung IKN, Gerbangtara Memperkuat Kapasitas SDM Pelaku Usaha dan Ekonomi Kreatif

Dia mencatat, kejadian ini menyebabkan jalan operasional sepanjang 40 meter dan Sungai Ciketing tertutup oleh sampah.

Berita terkait: Menteri sebut TPA Bantargebang ungkap kegagalan sistem sampah

Berita terkait: Menteri minta pertanggungjawaban usai longsor TPA tewaskan empat orang

Penerjemah: Mario Sofia N, Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar