WARTAKOTALIVECOM, Bandung — Usaha pencarian korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, sudah dilanjutkan lagi pada Minggu (25/1/2026) pagi.
Sampai hari kedua operasi pencarian, puluhan warga masih dinyatakan hilang, sementara jumlah korban yang meninggal masih menunggu konfirmasi resmi dari tim di lapangan.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, tim SAR gabungan lanjutkan pencarian sejak pagi setelah operasi dihentikan sebentar pada Sabtu (24/1/2026) sore sekitar jam 16.00 WIB.
Penghentian sementara ini dilakukan karena keterbatasan waktu dan faktor keamanan personil di tengah kondisi medan yang sulit.
“Iya sampai tadi malam, karena pencarian hari Sabtu selesai jam empat sore. Dari 113 warga yang terdampak bencana di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tercatat 23 warga selamat. Korban meninggal yang ditemukan ada sembilan orang, dan 81 warga masih belum ketemu. Proses evakuasi dan pencarian dilanjutkan pagi ini,” kata Herman saat diwawancara dalam program Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Minggu.
Tapi, Herman menyebut data korban meninggal masih bisa berubah dan menunggu pembaruan resmi dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang memimpin langsung operasi di lokasi.
Hal ini setelah ada informasi terbaru dari Basarnas yang menyatakan jumlah korban meninggal sudah bertambah jadi 10 orang.
“Nanti kami konfirmasi, kemungkinan karena di lapangan sekarang langsung dipimpin oleh Basarnas. Kalau Basarnas sudah update jadi 10, kemungkinan memang sudah ada tambahan satu orang yang ditemukan,” ujar Herman.
Dia nambahin, kalau data terbaru Basarnas menyebutkan 10 korban meninggal, maka jumlah warga yang masih belum ditemukan jadi sekitar 80 orang.
Pemerintah daerah, kata dia, akan merujuk pada data resmi Basarnas sebagai acuan utama dalam penyampaian informasi ke publik.
Bencana longsor ini terjadi pada Sabtu dini hari (24/1/2026) di Desa Pasirlangu.
Material tanah dan bebatuan dilaporkan menimbun puluhan rumah warga yang ada di lereng bukit.
Selain merusak pemukiman, longsor juga putuskan beberapa akses jalan sehingga menyulitkan proses evakuasi di tahap awal.
Dugaan sementara, longsor dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang guyur wilayah Bandung Barat dalam beberapa hari terakhir, diperparah oleh kondisi struktur tanah yang labil.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan warga setempat masih terus berusaha menyisir area terdampak dengan peralatan manual dan alat berat, sambil tetap waspada pada potensi longsor susulan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan akan terus pantau perkembangan di lapangan serta pastikan dukungan logistik, peralatan, dan layanan bagi keluarga korban.
Herman juga imbau masyarakat untuk tetap tenang, jangan mendekati area yang berbahaya, dan ikuti arahan petugas untuk keselamatan bersama.