Samarinda, Kaltim (ANTARA) – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengumumkan bahwa lima investor tambahan telah bergabung dalam pembangunan ibu kota baru, yang bergerak di berbagai sektor, termasuk usaha kuliner, fasilitas olahraga dan infrastruktur, perdagangan, serta perkantoran swasta.
Kelima investor tersebut adalah PT Bahagia Bangunnusa, PT Rangga Ekapratama, PT Fajar Maju Berkarya Gilang, PT Batara Maduma Prospernusa, dan PT Haidir Griya Karya.
“Kehadiran proyek-proyek tambahan ini diharapkan dapat memicu aktivitas perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan di Nusantara,” ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono di Nusantara pada hari Sabtu.
Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investor dalam mendukung pembangunan ibu kota baru, dan mencatat bahwa hal ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk membangun Nusantara sebagai kota untuk dunia.
Kelima investor itu menandatangani tujuh perjanjian pemanfaatan dan pengalokasian lahan untuk aset di bawah pengelolaan otorita, beserta akta notaris, di Balai Kota Otorita IKN pada Jumat (9 Januari).
Dengan tambahan investor ini, total investor swasta yang telah menandatangani perjanjian kerjasama pembangunan di Nusantara mencapai 50, dengan nilai investasi kumulatif sebesar Rp66 triliun, atau sekitar US$3,9 miliar.
Investasi dari 50 investor tersebut dikelompokan ke dalam lima klaster, yaitu komersial, perbankan, pergudangan, pendidikan dan kesehatan, serta hunian.
Dalam klaster hunian, sebuah proyek yang dikembangkan oleh PT Pakubuwono Mandiri Investama direncanakan untuk membangun apartemen residensial bagi staf kedutaan. Konstruksi dijadwalkan dimulai pada Juli 2026, dengan target penyelesaian pada Juli 2028.
Wakil untuk Pendanaan dan Investasi di Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso menambahkan, beberapa proyek dari kelima investor baru tersebut diperkirakan akan dimulai pada pertengahan 2026.
“Sebagian besar dari tujuh perjanjian kerjasama dijadwalkan memulai konstruksi sekitar pertengahan 2026. Para pelaku usaha saat ini sedang mempersiapkan tahap finalisasi perjanjian dan perizinan,” kata Santoso.
Berita terkait: Otorita IKN seimbangkan pembangunan dan keberlanjutan lingkungan
Berita terkait: Nusantara akan berfungsi sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028: OIKN
Penerjemah: M Ghofar, Cindy Frishanti Octavia
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026