Lima Alasan Mengapa Sasaran Trump di Iran Takkan Tercapai Tanpa Invasi Darat

5 Alasan Kenapa Tujuan Akhir Trump di Iran Gak Bakal Tercapai Tanpa Invasi Darat


Sumber: Foto/X/@CVN_72

TEHERAN – Beberapa jam setelah Amerika Serikat dan Israel mulai mengebom Iran pada hari Sabtu, Presiden Donald Trump bilang yang dia mau dari perang ini cuma "kebebasan untuk rakyat". Analis bilang, meski sudah ada pernyataan itu dan tujuan lain dari pejabat AS, Trump kelihatannya berusaha menjatuhkan pemerintahan di Teheran.

1. AS Enggan Bayar Harga yang Diperlukan

Kelly Grieco, peneliti senior di Stimson Center, ngomong ke Al Jazeera bahwa untuk mencapai perubahan politik sebesar itu akan sangat sulit—bahkan hampir mustahil—tanpa ada pasukan di lapangan. "Kelihatannya mereka gak mau bayar harga tertentu buat ganti rezim. Makanya ada beberapa tujuan sekunder yang mungkin dianggap cukup kalau cuma lewat serangan udara," jelas Grieco.

Setelah serangan pertama AS-Israel, Trump bilang ke rakyat Iran bahwa "momen kebebasan" mereka sudah dekat. "Nanti kalau kami udah selesai, ambil alih pemerintahan kalian. Itu akan jadi milik kalian," katanya, yang artinya AS mau menjatuhkan rezim Iran.

2. Serangan Udara Saja Gak Cukup

Matthew Duss, wakil presiden eksekutif di Center for International Policy, tekankan bahwa serangan udara doang gak bisa runtuhkan sistem pemerintahan Iran. "Kamu bisa hancurkan gedung-gedung; kamu bisa lemahkan rezim, tapi kita belum pernah lihat contoh dimana cuma serangan udara bisa ganti sebuah rezim," kata Duss.

Serangan udara NATO di Libya tahun 2011 memang berhasil gulingkan Muammar Gaddafi, tapi pemberontak Libya lah yang memimpin serangan darat untuk jatuhkan rezim tersebut. Meski Trump dan pejabat AS lain sudah ajak warga Iran untuk melawan pemerintah, sampai sekarang belum kelihatan ada kekuatan di lapangan yang bisa hadapi sistem Republik Islam.

MEMBACA  Puan Membahas Rencana Pertemuan Megawati-Prabowo Tentang Peluang Gabungnya PDIP dalam Pemerintahan

3. Perang dengan Iran Gak Populer di AS

Meski AS masih buka kemungkinan untuk kirim pasukan darat, langkah itu akan tingkatkan risiko buat tentara Amerika dan jadi penyimpangan yang jelas dari keinginan Trump buat perang yang cepat dan singkat.

Tinggalkan komentar